APJII Usul Balon Google Bisa Dipakai 350 Penyedia Internet

Aditya Panji, CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2015 19:42 WIB
APJII Usul Balon Google Bisa Dipakai 350 Penyedia Internet Menkominfo Rudiantara berbicang dengan Vice President Project Loon Google Mike Cassidy (kedua dari kiri) usai penandatanganan kerjasama akses Internet melalui balon udara di Kantor Google, Mountain View, California, AS, Rabu (28/10). Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah (paling kiri), CEO XL Axiata Dian Siswarini (kedua dari kanan), dan CEO Indosat Alexander Rusli (paling kanan). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyambut baik kerja sama uji teknis balon Internet Google dengan tiga perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi, tetapi APJII meminta agar kerja sama ini diperluas untuk penyedia jasa Internet (PJI) yang jumlahnya mencapai 350 perusahaan.

APJII mengatakan mayoritas PJI mengalami masalah infrastruktur akhir ke konsumen atau last mile. Hal ini terbukti dengan porsi penyebaran trafik di antara anggota APJII dimana 70 persen trafik dikuasai oleh tiga operator seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, sedangkan 30 persen trafik diperebutkan oleh lebih dari 350 PJI.

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza meminta, pemerintah membuka akses inovasi infrastruktur telekomunikasi ini ke seluruh penyedia Internet tanpa perbedaan.


“Tidak terbayangkan apabila akses penggunaan balon Google ini hanya akan dibatasi pada 3 operator selular ini, maka ketiga operator ini akan semakin memperbesar porsi 70 persennya dan semakin mempersempit kesempatan hidup lebih dari 350 operator PJI lainnya.” kata Jamalul, dalam siaran pers yang diterima CNN Indonesia, Jumat (30/10).

Perlu diketahui, Telkomsel, XL, dan Indosat, merupakan penyelenggara jaringan telekomunikasi yang memiliki lisensi PJI.

APJII menyayangkan jika pemerintah tidak mengikutsertakan 350 PJI dalam uji teknis balon Google yang disebut Project Loon itu.

Sebelumnya pada Juli 2015, APJII sempat menanyakan langsung ke Google soal kesempatan memakai balon udara pemberi akses Internet ini untuk kepentingan anggota APJII, namun pihak Google mengatakan tidak bersedia.

Sebagai upaya infrastruktur telekomunikasi dapat dirasakan 350 anggota APJII, organisasi ini mengklaim selama telah mengajukan permohonan ke pemerintah soal regulasi untuk Mobile Network Operator (MNO) dan Mobile Virtual Network Operator (MVNO) serta regulasi Open Access.

"Dengan demikian, anggota APJII tidak perlu menggelar infrastruktur berganda sehingga dapat meningkatkan efisiensi nasional," ujar Sekjen APJII Henri Kasyfi.

APJII pun menyatakan pihaknya siap untuk menjadi koordinator bagi 350 anggotanya yang hendak ikut serta dalam memanfaatkan Project Loon.

Menurut rencana, uji teknis balon udara Google akan dilakukan pada 2016 memanfaatkan spektrum 900 MHz. Jika berjalan lancar, pemanfaatan balon udara untuk memancarkan sinyal 4G LTE ini akan dilakukan dalam dua sampai tiga tahun mendatang. (adt)