Mereka yang memilih tetap bekerja hari ini mengatakan telah mendapat informasi soal ajak mogok kerja ini, tetapi menurut mereka informasi yang tersiar itu belum jelas kepastiannya.
"Kalau saya pilih tetap narik. Ya, namanya juga kerja buat kebutuhan. Saya belum menikah, tapi saya ada adik yang masih sekolah dan ibu saya," kata salah seorang pengemudi Gojek dari Depok yang enggan disebut namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ajakan mogok kerja para pengemudi Gojek tersebut tersiar setelah perusahaan PT Gojek Indonesia memberlakukan aturan tarif dan bonus baru kepada mitra pengemudi.
"Misalnya perjalanan dari Depok II Tengah ke Gelora Bung Karno, Senayan, itu kan sekitar 25 kilometer, jadi tarifnya Rp 100.000. Kalau sekarang cuma dapat Rp 75.000," tutur seorang pengemudi Gojek kepada CNN Indonesia.
Dari tarif Rp 75.000 itu, pengemudi meraih Rp 60.000 dan Rp 15.000 masuk ke perusahaan Gojek. Ia menjelaskan tidak ada perubahan skema bagi hasil dari aturan baru ini, tetap 80 persen untuk pengemudi dan 20 persen untuk perusahaan Gojek.
Pengemudi Gojek lain yang berdomisili di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, mengaku tetap bekerja hari ini lantaran informasi ajak mogok yang ia dapatkan tidak jelas.
"Intinya kalau menurut saya, kabar itu tidak jelas. Saya kurang tahu kapan aksi itu mau dilakukan. Saya jalan terus, ini sudah dapat dua order," tuturnya.
CNN Indonesia telah menghubungi perusahaan Gojek untuk meminta penjelasan, tetapi belum mendapat jawaban hingga berita ini ditayangkan.
(adt/eno)