Dalam sebuah pernyataan, Jumat (30/10), Uber untuk saat ini menangguhkan layanan di kota Hamburg, Frankfurt, dan Duesseldorf.
“Kami tahu ini akan mengecewakan bagi mitra pengemudi dan penumpang kami di tiga kota,” tulis Uber dalam pernyataan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uber berkata lisensi pengemudi di kota tersebut menjadi sangat kompleks.
“Bagi banyak calon mitra Uber, proses pendaftaran perusahaan mobil sewaan independen terbukti terlalu mahal dan memakan waktu,” tulis Uber.
Sejak itu, Uber mulai membatasi pengemudi yang hendak bergabung menjadi mitra. Uber di Jerman memberi layanan UberBlack untuk segmen pasar premium dan UberX untuk harga yang lebih murah.
Sekarang Uber masih beroperasi di dua kota lain, yaitu Berlin dan Munich, yang dinilai semakin populer. Mereka mengupayakan dialog dengan otoritas hukum, dan perusahaan tetap yakin Jerman merupakan pasar yang sangat penting secara global.
Uber saat ini merupakan perusahaan rintisan yang nilainya tumbuh paling cepat, dengan prediksi valuasi mencapai US$ 51 miliar, setelah mendapat pendanaan dari perusahaan pemodal.
(adt/ded)