Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa Phobos semakin lama semakin tertarik oleh gaya gravitasi Mars sebagai planet induknya.
"Gaya tarik-menarik ini bagaikan 'perang' antara Phobos dan Mars, dan sayangnya Phobos tidak sekuat Mars sehingga kalah perlahan. Hal ini membuat Phobos semakin tertarik mendekat ke arah Mars sekitar 0,91 sampai 1,82 meter tiap 100 tahunnya," jelas Terry Hurford, seorang ilmuwan planet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami rasa alur-alur pada permukaan Phobos merupakan tanda bahwa Phobos mengalami deformasi pasang surut akibat gaya gravitasi Mars. Phobos perlahan-lahan pecah dan lambat laun Phobos mungkin akan hancur sebelum akhirnya menabrak permukaan Mars," jelas Hurford.
Meskipun Phobos bisa dibilang perlahan-lahan terkikis dan menuju kehancuran, namun ilmuwan tetap tertarik untuk meneliti Phobos dan Deimos--saudara kembarnya sebagai satelit alami Mars. Phobos sendiri sebelumnya diharapkan bisa menjadi salah satu pijakan awal bagi misi manusia ke Mars.
"Saya rasa Phobos adalah lokasi yang menarik untuk terus diteliti," kata Hurford. (tyo)