1.000 Karyawan Yahoo Bakal Kena PHK
Hani Nur Fajrina | CNN Indonesia
Jumat, 08 Jan 2016 17:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi pimpinan Marissa Mayer, Yahoo tak lama lagi akan memberhentikan karyawannya, yakni sekitar 10 persen. Semua itu dilakukan demi mengembalikan bisnis perusahaan sesuai 'jalurnya'.
Dari sumber terdekat perusahaan, Yahoo bakal memangkas 10 persen karyawannya. Angka 10 persen mungkin tidak terdengar besar, namun nyatanya jika dikalkulasikan, pemecatan tersebut melingkupi ribuan karyawan.
Perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan sebanyak 14 persen pada 2015 lalu dan masih menyisakan sekitar 10 ribuan pekerja.
Nah, pemecatan terhadap 10 persen karyawan ini tandanya Yahoo bakal merumahkan sekitar 1.000 orang. Kabarnya, pemangkasan karyawan besar-besaran tersebut bakal dimulai Januari 2016 ini.
Dari situs Business Insider, setidaknya divisi bisnis media, kantor operasi di Eropa, dan tim pengembangan layanan platform teknologi akan menjadi sasaran empuk pemecatan Yahoo.
"Perusahaan sedang memikirkan soal pemecatan karyawan dan ingin segera melakukannya pada kuartal ini," ungkap salah satu sumber terdekat yang tak mau disebut namanya.
Pihak Yahoo menolak untuk mengomentari soal pemecatan karyawan ini.
Yahoo memang sedang berada di bawah tekanan dalam merevitalisasi bisnisnya yang dianggap gagal selama tiga tahun. Bahkan salah satu investor perusahaan dilaporkan sempat memanggil Mayer agar jumlah karyawan perusahaan semakin diperkecil hingga 3.000 orang saja.
Setelah merumahkan ribuan karyawannya, kabarnya Yahoo akan fokus pada satu proyek besar, yaitu majalah digital atau digital magazine.
(tyo)
Dari sumber terdekat perusahaan, Yahoo bakal memangkas 10 persen karyawannya. Angka 10 persen mungkin tidak terdengar besar, namun nyatanya jika dikalkulasikan, pemecatan tersebut melingkupi ribuan karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari situs Business Insider, setidaknya divisi bisnis media, kantor operasi di Eropa, dan tim pengembangan layanan platform teknologi akan menjadi sasaran empuk pemecatan Yahoo.
Pihak Yahoo menolak untuk mengomentari soal pemecatan karyawan ini.
Yahoo memang sedang berada di bawah tekanan dalam merevitalisasi bisnisnya yang dianggap gagal selama tiga tahun. Bahkan salah satu investor perusahaan dilaporkan sempat memanggil Mayer agar jumlah karyawan perusahaan semakin diperkecil hingga 3.000 orang saja.
Setelah merumahkan ribuan karyawannya, kabarnya Yahoo akan fokus pada satu proyek besar, yaitu majalah digital atau digital magazine.
(tyo)