Seperti dikatakan oleh Hermanto, PR dan Marketing Communication Manager OLX Indonesia, sejak tahun lalu pihaknya mulai me-monetize dengan membebankan biaya setiap pengiklan di situs tersebut.
"Tapi ini khusus kategori Properti dan dibebankan kepada pengiklan yang sudah beriklan sebanyak 10 kali. Jadi, iklan kesebelas akan kami bebankan biaya Rp 50 ribu," ujarnya, saat berbincang dengan media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistemnya pun seperti dompet digital yang bisa diisi secara top up melalui bank. Nanti uang yang tersimpan bisa digunakan untuk membayar mulai dari Rp 5 ribu tergantung berapa besar keuntungan yang didapatkan.
Dia bilang sejauh ini yang menggunakan fitur 'premium' tersebut masih terbatas, yakni pemilik showroom, agen properti atau pemilik properti itu sendiri. Hal tersebut yang sedang dikembangkan lebih jauh.
OLX sendiri hadir di berbagai dunia, namun seperti dikatakan oleh Hermanto, baru segelintir yang sukses me-monetize layanannya. Salah satunya adalah OLX di Uni Emirat Arab. Di negara itu, iklan baris properti sangat memberikan keuntungan yang signifikan.
Ke depannya, OLX masih terus memutar otak agar pemasukan dari fitur lain. Sayangnya, Hermanto tak bisa membeberkannya lebih jauh.
(eno)