Namun meski mengutamakan barang bekas, Jualo mengklaim tetap menjual barang-barang baru. Bahkan ini juga menjadi salah satu modal mereka untuk memikat para pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nanti dia bisa langsung bedakan ternyata ada barang bekas yang lebih murah," katanya.
“Jadi ini salah satu trik marketing juga," lanjutnya.
Jualo sendiri mengklaim tak banyak menjual produk baru, porsi bisa dibilang sekitar 10 persen dari total produk yang mereka tawarkan.
Di antara berbagai barang bekas yang dijual, properti merupakan kategori produk yang paling laris.
"Hingga saat ini, ada 600 ribu iklan aktif di Jualo. Kategori property paling populer, lalu mobil, handphone, dan fesyen. Batu akik juga masih banyak. Tapi yang beli rata-rata umur 30 ke atas," kata Chaim.
Tak hanya jual metode jual beli, metode barter yang ada di Jualo juga cukup favorit di kalangan pengguna usia muda.
"Selain mau jual, yang muda-muda juga suka tukar-menukar hape-nya. Hampir 25 persen dari list produk yang jual hape melakukan barter," tutupnya.
(eno)