Smartfren: Jangan Lagi Sebut Kami Operator CDMA

Aqmal Maulana, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2016 10:54 WIB
Smartfren: Jangan Lagi Sebut Kami Operator CDMA Foto: Dok. Smartfren
Garut, CNN Indonesia -- Sejak beralih dari teknologi CDMA ke 4G LTE pada tahun lalu, Smartfren tidak lagi mengembangkan CDMA. Oleh karena itu, mereka ingin menghilangkan persepsi di masyarakat bahwa Smartfren adalah operator telekomunikasi yang berbasis CDMA.

"Kita bukan hanya rebranding dari CDMA ke 4G LTE saja, tapi juga mengedukasi ulang masyarakat. Yang kita mau ubah adalah persepsinya, bawah kami adalah operator 4G LTE, bukan lagi CDMA," Kata Derrick Surya, Head of Brand & Marketing Communication PT Smartfren Telecom saat acara Network Test Drive di Garut.

Derrick menjelaskan bahwa kini dari sisi teknologi, sudah tidak ada lagi perbedaan yang mencolok antara operator berbasis GSM atau CDMA. Semua berjalan di area yang sama yakni 4G LTE.


Pun begitu bukan hal mudah mengubah persepsi Smartfren sebagai operator CDMA. “Tidak mungkin kita langsung bilang 4G LTE, terus berubah mindsetnya karena kita 10 tahun lebih di CDMA," lanjut Derrick.

Selaras dengan rencana mengubah persepsi tersebut, Smartfren juga akan agresif membujuk pelanggannya untuk bermigrasi ke 4G LTE agar sepenuhnya tak lagi yang menggunakan CDMA.

“Kita terus mempercepat proses migrasi dari pelanggan CDMA menjadi 4G LTE. Tapi ini perlu waktu," lanjutnya.

Hingga kini tercatat Smartfren memiliki 12 juta pelanggan yang sebian besar masih menggunakan jaringan CDMA, baru sekitar 1,3 juta yang sudah menggunakan 4G LTE.

Kebanyakan, pelanggan yang sudah menggunakan 4G LTE tersebar di pulau Jawa, tepatnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

(eno)