Alasan Alibaba Akuisisi Lazada

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 12/04/2016 16:09 WIB
Keputusan Alibaba yang begitu agresif ini dilakukan untuk memperluas pasar ke kawasan Asia Tenggara, karena Lazada punya basis konsumen besar di lokasi itu. Tampilan antarmuka layanan e-commerce Lazada di perangkat mobile. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan e-commerce besar asal China, Alibaba Group Holding, memutuskan membeli saham US$1 miliar atau setara Rp13 triliun dari Lazada Group. Langkah ini memperlihatkan Alibaba tak ingin hanya jago kandang di China.

Keputusan Alibaba yang begitu agresif ini dilakukan untuk memperluas pasar ke kawasan Asia Tenggara, karena Lazada punya basis konsumen besar di lokasi itu.

Lazada yang telah berdiri sejak 2012 ini beroperasi di sejumlah negara di Asia Tenggara. Sebut saja Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Indonesia.


"Dengan investasi di Lazada, Alibaba menambah akses ke platform yang memiliki basis konsumen besar dan terus bertumbuh di luar China. Ini adalah bukti tim manajemen dan fondasi yang solid," ucap Presiden Alibaba Michael Evans dalam sebuah pernyataan resmi perusahaan.


Menurut seorang analis RHB Research Institute Sdn di Hong Kong, Li Yujie, langkah ekspansi ke luar negeri bagi perusahaan e-commerce membutuhkan banyak investasi besar bidang logistik sehingga Alibaba membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membangun bisnis dari awal di negara lain.

Maka langkah akuisisi mayoritas saham Lazada ini merupakan upaya Alibaba agar secara cepat memperluas bisnis ke kawasan Asia Tenggara yang potensial.

"Apa yang Alibaba bisa lakukan adalah mengintegrasi bisnis dan memperkenalkan para penjual yang sudah ada ke Lazada untuk mengekspor produk dagangan ke luar negeri," tutur Yujie seperti dikutip dari Bloomberg.


Dari kesepakatan ini, Alibaba menggelontorkan investasi baru ke Lazada sebesar US$500 juta dan membeli saham dari sejumlah investor lama, seperti Rocket Internet, Investment AB Kinnevik, dan Tesco. Perusahaan Lazada sendiri kini bernilai US$1,5 milliar, menurut Kinnevik.

Rocket Internet masih memiliki 8,8 persen saham di Lazada, Tesco sebesar 8,3 persen, dan Kinnevik masih 3,6 persen.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pilihan bagi Alibaba untuk membeli saham yang tersisa dari investor lain di Lazada dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan setelah kesepakatan ini diselesaikan.

Lazada selama ini dikenal sebagai e-commerce yang menjual produk elektronik dan pakaian di enam pasar Asia Tenggara. Namun, perusahaan ini mengalami kerugian operasi yang tinggi.

Lazada sendiri di Indonesia menciptakan persaingan ketat di industri e-commerce dengan sejumlah pemain seperti MatahariMall.com dan Tokopedia. (adt/tyo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK