Lazada Bantah Kabar Akuisisi

Aqmal Maulana, CNN Indonesia | Selasa, 15/03/2016 08:31 WIB
Meski kabar ini sudah beredar kencang di industri, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, tetap membantah hal tersebut. Petugas mengemas barang pesanan pembeli di Gudang Lazada yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan penyedia platform perdagangan online Lazada Group dikabarkan telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan. Namun, belum jelas siapa dan detail proses akuisisi ini.

Meski kabar ini sudah beredar kencang di industri, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, tetap membantah hal tersebut.

"Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," bantah Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat di Jakarta, Senin (14/03).


Sejauh ini Lazada beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Lazada didirikan oleh Rocket Internet pada 2011 dengan tujuan menjadi Amazon untuk pasar Asia Tenggara.


Sejumlah perusahaan besar tercatat telah menginvestasikan dananya di Lazada, antara lain perusahaan finansial JP Morgan, peritel Kinnevik dari Swedia, ekuitas Summit Partners dari Kerman, sampai Temasek Holdings dari Singapura.

Rocket Internet sendiri gencar berbisnis di perusahaan Internet, melakukan investasi, bahkan menjual perusahaan rintisannya yang dianggap tak menunjukkan performa.

Awal Februari 2016 lalu, perusahaan asal Jerman itu menjual sejumlah startup kulinernya di negara Spanyol (La Nevera Roja), Italia (PizzaBo & Hellofood Italy), Brasil (Hellofood Brazil), dan Meksiko (Hellofood Mexico) kepada Just Eat senilai €125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Just Eat sendiri merupakan perusahaan asal London yang bergerak di bidang pemesanan dan pengiriman makanan secara online. (adt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK