Seringkali ucapan Musk mengundang perhatian, salah satunya mengenai rencana kehidupan di Mars yang ingin ia capai dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Musk juga secara antusias membeberkan soal rencana kolonisasinya ke Mars.
Namun Musk menyiratkan bahwa ia tidak akan menjadi manusia pertama yang menyambangi Mars saat SpaceX siap mengangkut awak manusia ke Planet Merah itu.
"Saya akan berangkat secepatnya," begitu jawabnya.
Pada akhir April lalu, Musk memang sempat mengumumkan rencana penerbangan pesawat antariksa nirawak Dragon hasil rakitan SpaceX ke Mars pada 2018.
SpaceX kabarnya juga menjalin kemitraan dengan NASA untuk mewujudkannya, di mana NASA akan berperan dalam mendukung hal teknis peluncuran pesawat tanpa dukungan finansial.
Sementara belum lama ini SpaceX mempublikasikan daftar biaya muatan menuju Planet Merah menggunakan roket Falcon.
Dijabarkan oleh SpaceX, muatan maksimal berbobot 4.020 kilogram menuju Mars akan diangkut oleh Falcon 9 dan memakan biaya sekitar US$62 juta atau setara Rp816 miliar.
Sementara untuk pasokan dengan berat maksimal 13.600 kilogram akan dibebankan biaya sebesar US$90 juta atau sekitar Rp1,1 triliun menggunakan roket Falcon Heavy.
(tyo)