Perusahaan asal Taiwan yang punya nama resmi Hon Hai Precision Industry ini memang kerap dikritik soal kondisi tempat kerja dan cara perlakuannya terhadap para pekerja di sana. Hal tersebut diperkuat dengan tragedi bunuh diri yang dilakukan sejumlah pekerjanya di pabrik beberapa waktu belakangan.
Laporan yang dikeluarkan oleh Foxconn kemarin menyebutkan, satu karyawan laki-laki yang baru bergabung di perusahaan bulan lalu, ditemukan tewas di luar gedung pabrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Foxconn Siap 'Pekerjakan' 60 Ribu Robot |
Mengutip situs Cult of Mac, dua korban tersebut bekerja di pabrik Foxconn yang terletak di Zhengzhou, Henan, China.
"Upaya kami untuk meningkatkan kondisi para pekerja masih dalam proses, dan kami tetap akan melakukan apapun demi mengantisipasi perubahan kebutuhan bagi karyawan kami di China," tutur Foxconn dalam pernyataan resminya.
Lihat juga:Sharp Sepakat Diambil Alih Foxconn |
Foxconn termasuk salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia dengan jumlah pegawai 1,3 juta orang.
Pada akhir 2014 lalu, kantor berita BBC sempat mengungkap kondisi lingkungan kerja di Foxconn mulai dari kebersihan udara hingga jam kerja yang panjang. Hal tersebut sempat menuai reaksi dari CEO Apple Tim Cook yang akhirnya meminta Foxconn untuk memperbaiki kondisi tersebut agar kesehatan fisik maupun mental para pekerja pabrik di sana semakin berkualitas. (adt)