Setahun Diisolasi, Enam Ilmuwan Keluar dari 'Mars'

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 29/08/2016 14:57 WIB
Setahun Diisolasi, Enam Ilmuwan Keluar dari 'Mars' Lingkungan simulasi Mars di Hawaii. (Dok. HI-SEAS/University of Hawaii)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam ilmuwan yang selama setahun belakangan sengaja diisolasi di lingkungan simulasi Mars di Hawaii kini telah berhasil keluar sebagai tanda usainya misi tersebut.

Tim ilmuwan yang terdiri dari enam orang sejak 28 Agustus 2015 menjalani simulasi terpencil di sekitar lereng Mauna Loa, Hawaii. Kelompok itu terdiri dari enam wanita dan enam pria -- empat kru asal Amerika, satu dari Perancis, dan satunya lagi berkebangsaan Jerman.

Simulasi ini dinamakan program Hawaii Space Exploration Analog and Simulation (HI-SEAS), di mana enam ilmuwan 'dikurung' di dalam sebuah ruang simulasi berbentuk kubah dengan lebar 10 meter dan tinggi 6 meter. Kubah itu menggunakan tenaga surya.



Area Mauna Loa dipilih karena lanskapnya dilapisi lava dan dinilai sebagai kondisi geografis yang mirip dengan lingkungan di Mars.

"Saya bisa memberi Anda kesan pribadi saya mengenai misi menuju Mars yang akan dijalankan di masa depan. Misi ini sangat realistis," ujar salah satu ilmuwan Cyprien Verseux dari Perancis.

Dia melanjutkan, "tantangan dari sisi teknologi dan psikologis bisa diatasi."

Enam ilmuwan tersebut memang menjalani eksperimen mengenai bagaimana mereka beraktivitas di lingkungan yang serba terbatas tanpa harus berkonflik dengan rekannya.

Selain soal psikologis, selama mereka mendiami 'Mars' di Hawaii, mereka harus menggunakan seragam antariksa jika ingin keluar dari rumah kubah.

Sementara pimpinan investigasi proyek HI-SEAS Kim Binsted menuturkan, enam ilmuwan yang telah berhasil keluar dari 'isolasi Mars' itu tak sabar memakan hidangan yang tidak tersedia selama mereka menjalani misi tersebut.

Diketahui selama satu tahun diasingkan dan berpura-pura menjalani aktivitas di lingkungan 'Mars', mereka sudah diberi pasokan makanan dan air. Makanan yang mereka dapatkan itu sama persis seperti makanan yang diperoleh oleh astronaut sungguhan.


Simulasi seperti ini dianggap penting demi membantu pemantauan perasaan dan performa dari seluruh kru ilmuwan selama berada di lingkungan Mars di masa depan. Semuanya bertujuan untuk menentukan apakah awak astronaut mengalami depresi atau masalah komunikasi.

Selain proyek HI-SEAS, adapula eksperimen serupa di Rusia yang membutuhkan waktu lebih lama yakni 520 hari. (tyo)