Potret Karyawan Telkom Geruduk DPR

Safir Makki, CNN Indonesia | Selasa, 30/08/2016 22:57 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah karyawan Telkom dan Telkomsel melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR memprotes rencana pemerintah menurunkan tarif interkoneksi seluler.

Sejumlah karyawan Telkom dan Telkomsel yang tergabung dalam Serikat Karyawan Telkom dan Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR Jakarta memprotes rencana pemerintah menurunkan tarif interkoneksi seluler, Selasa (30/8). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Demonstran yang berjumlah sekitar 1.500 karyawan Telkom dan Telkomsel, menilai Menkominfo Rudiantara terlalu berpihak kepada operator lain melalui rencana revisi biaya ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Demonstran menilai rencana tersebut bagi Telkom dan Telkomsel akan merugikan perusahaan pelat merah ini hingga Rp800 miliar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Demonstran menyerukan agar pemerintah mencabut izin operator seluler bagi perusahaan telekomunikasi yang enggan membangun infrastruktur telekomunikasi ke daerah pelosok atau perbatasan. (CNN Indonesia/Bintoro Agung
Berdasarkan perhitungan Telkom, tarif interkoneksi naik di angka Rp285 atau lebih tinggi Rp35 dari tarif saat ini. Sementara Menkominfo Rudiantara berencana menurunkannya sebesar 26 persen, dari Rp250 menjadi Rp204. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Karyawan bergantian menjadi orator memprotes rencana penurunan biaya interkoneksi yang digagas oleh Menkominfo dan rencananya akan berlaku pada 1 September 2016. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Demonstran menilai Telkom akan merugi hingga Rp81 per sambungan interkoneksi jika tarif interkoneksi turun jadi Rp204, sementara operator seluler lain diuntungkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Karyawan Telkom dan Telkomsel menilai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan penurunan tarif interkoneksi untuk mencari popularitas dan hanya menguntungkan operator asing yang beroperasi di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)