Astronom Deteksi Sinyal Radio yang Diduga dari Alien

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 31/08/2016 09:33 WIB
Astronom Deteksi Sinyal Radio yang Diduga dari Alien Ilustrasi: Radar militer pendeteksi frekuensi radio. (Thinkstock/AntonMatveev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah kelompok astronom internasional mendeteksi sinyal radio menarik, karena mungkin berasal dari alien yang berada di sebuah sistem bintang berjarak 95 tahun cahaya dari Bumi.

Pencarian makhluk di luar bumi oleh para ilmuwan, sebuah bidang yang juga dikenal sebagai SETI (Search for Extraterresterial Intelligence), menemukan sinyal unik yang cukup kuat. Hal itu cukup untuk mereka mengeluarkan keputusan agar terus melakukan pengawasan terhadap sumber sinyal.

Meski baru sedikit yang dirilis, informasi yang lebih banyak mengenai penemuan ini akan diumumkan di International Astronautical Congress (IAC) di Guadalajara, Mexico, akhir September nanti.


Kendati demikian, ada kemungkinan pula pancaran radio itu dihasilkan oleh sumber lain, seperti gangguan sinyal radio Bumi atau kesalahan teknis pada perangkat observasi.


Guna mengeliminasi kemungkinan tersebut, observasi lanjutan akan dilakukan dengan beberapa teleskop radio di seluruh dunia. Namun observasi lanjutan dari tempat berbeda itu akan mengalami kesulitan lantaran penemu sinyal tadi merahasiakan temuan tersebut lebih dari setahun tanpa alasan yang jelas.

Sinyal itu sendiri terdeteksi pada 15 Mei 2015 oleh astronom Russian Academy of Sciences dalam proyek Special Astrophysical Observatory. Biasanya para ilmuwan akan segera mempublikasi temuan seperti ini sehingga astronom lain dapat bekerja dengan teleskop mereka untuk mengecek sumber dan hasil pekerjaan mereka.

Untuk mencari kehidupan di semesta, astronom SETI selama ini memanfaatkan sinyal radio. Mereka percaya gelombang radio kuat berkecepatan cahaya adalah jalan yang mungkin dipilih oleh objek di luar Bumi atau extraterresterial (ET) dalam berkomunikasi lintas bintang. Itulah cara mereka jika ingin menyampaikan pesan kepada peradaban nun jauh di sana sehingga mereka berasumsi cara itu akan dilakukan alien untuk mengontak manusia atau makhluk lain di semesta.
.

Tantangan lain bagi astronom SETI adalah gelombang elektromagnetik seperti gelombang radio juga ada secara alami di kosmos. Itu sebabnya para astronom SETI di seluruh dunia, dengan menggunakan teleskop radio berbeda, bekerja sama untuk menyingkirkan kemungkinan sumber sinyal non-ET.

Perlu diketahui bahwa sinyal ini berasal dari arah bintang HD 164595 di konstelasi Hercules. HD 164595 dianggap menarik karena menyerupai Matahari. Umur bintang tersebut juga relatif mirip dengan Matahari yang berkisar 6,3 miliar berbanding 4,5 miliar tahun dari usia Matahari. Sedangkan dalam ukuran massa bintang ini sekitar 0,99 ukuran Matahari.

Selain itu, telah teridentifikasi pula sebuah eksoplanet yang mengorbiti HD 164565, yaitu HD 164565 b, dengan karakter menyerupai Neptunus yang penuh gas. Namun 164565 sama sekali tidak punya kriteria layak huni bagi manusia.


Jadi sementara ini, kita hanya bisa menunggu observasi lanjutan astronom SETI dan berharap mereka dapat menemukan eksoplanet yang mengitari HD 164565 dengan karakter mirip bumi.

Jika data dari Russian Academy of Sciences terbukti, bisa jadi temuan ini akan menjadi sinyal WOW berikutnya. Sinyal radio serupa pernah terdeteksi pada 1977 dari arah konstelasi Sagitarius. Pada kasus sinyal WOW, kemungkinan kehidupan ET terus ada meski tak pernah lagi ada sinyal radio unik yang terdeksi sejak itu. (adt)