Pendiri Amazon Bikin Roket Besar Pembawa Manusia ke Antariksa

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 13/09/2016 20:12 WIB
Pendiri Amazon Bikin Roket Besar Pembawa Manusia ke Antariksa Roket New Glenn dari Blue Origin. (Dok. Blue Origin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan perakit wahana antariksa Blue Origin yang didirikan Jeff Bezos memamerkan desain roket terbarunya yang diklaim mampu mewujudkan ambisi perjalanan manusia ke luar angkasa.

Bezos yang juga pendiri situs e-commerce Amazon ini memang memiliki keinginan menerbangkan awak manusia ke antariksa dalam waktu dekat.

Roket besar anyarnya itu diberi nama New Glenn yang terinspirasi dari antariksawan Amerika Serikat pertama yang berhasil mengorbit Bumi, John Glenn.


Ada dua roket New Glenn. Pertama, versi two-stage yang rencananya akan memiliki tinggi sekitar 82 meter dan tugasnya mengangkasa di orbit rendah Bumi.


Kedua, versi three-stage dengan tinggi 95 meter dan rencananya ia akan terbang di luar orbit Bumi. Dua roket New Glenn sama-sama berdiameter tujuh meter dan dilengkapi tujuh mesin BE-4 yang dikembangkan Blue Origin sendiri.

Dua roket New Glenn nantinya akan diboyong oleh mesin pendorong khusus dengan berat 1,7 juta kilogram.

Dari sisi desain, memang tidak ada perbedaan mencolok antara New Glenn two-stage dan three-stage. Keduanya berwarna abu dengan gambar bulu hitam di bodi, pembedanya hanya ukuran tinggi.

"Misi kami adalah membuat jutaan orang hidup dan bekerja di luar angkasa. Roket New Glenn adalah langkah penting," tutur Bezos dalam pernyataan resminya, seperti dikutip The New York Times.

New Glenn disebut-sebut akan disempurnakan agar bisa mengusung konsep reusable atau yang bisa kembali ke Bumi agar bisa dipakai lagi demi menekan biaya penerbangan.

Blue Origin berencana melakukan peluncuran pertama New Glenn di Launch Complex 36, Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat sebelum akhir dekade.


Hampir saingi roket lawas NASA

Ukuran New Glenn dinilai sangat besar. Ia mengalahkan roket Soyuz milik badan antariksa Rusia (Roscosmos) yang biasa mengangkut awak astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Selain Soyuz, New Glenn juga mengalahkan ukuran Falcon 9 dan Falcon Heavy yang dikembangkan SpaceX.

Ukuran New Glenn kemudian disejajarkan dengan roket Saturn V milik NASA yang digunakan pada 1966 hingga 1973 untuk misi Apollo.


Tinggi kedua New Glenn 82 meter dan 95 meter, sedangkan Saturn V tercatat 110 meter sebelum akhirnya dirancang ulang menjadi lebih kecil.

Charles Miller selaku presiden perusahaan konsultansi antariksa NexGen Space mengomentari ukuran besar New Glenn. Menurutnya, ukuran besar New Glenn bisa dimanfaatkan untuk penawaran tempat duduk lebih banyak bagi calon penumpang wisata antariksa di masa depan agar menekan harga penerbangan. (adt)