Viv Labs sendiri dirintis oleh para pengembang layanan Siri untuk Apple, dan kini fokus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Kabar akuisisi Samsung terhadap Viv Labs pertama kali dilaporkan oleh media TechCrunch, kemudian CNBC telah mengkonfirmasi hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari TechCrunch, kini mereka akan berada di bawah naungan Samsung namun Viv Labs akan tetap beroperasi sendiri.
Alasan Samsung pun disebut-sebut karena Viv berjanji akan memberi layanan dengan tingkat kecerdasan tinggi yang mampu dintegrasikan ke berbagai perangkat Samsung.
Hal tersebut tentu saja bertujuan agar Samsung berada di posisi kuat untuk bersaing dengan Siri Apple, Alexa dari Amazon, dan Google Assistant.
"Fokus kami betul-betul perangkat-sentris," ujar CTO Mobile Unit Samsung Injong Rhee kepada situs Recode.
Lihat juga:Siri Selamatkan Nyawa Bayi di Australia |
Sementara Kittlaus yang menjabat sebagai CEO Viv Labs mempublikasikan tulisannya yang menjelaskan bahwa Samsung berkomitmen pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Samsung memasang visinya agar menjadi pemain besar di aspek software dan layanan, khususnya AI. Samsung Pay menjadi salah satu bukti dari platform pembayaran mobile di pasar. Anda akan melihat keseriusan lain dari Samsung. Seperti kami, tujuannya untuk menang," tulisnya. (hnf/evn)