Lembaga analisis pasar IDC merilis data yang menunjukkan pengapalan jam tangan pintar turun drastis hingga 51,6 persen dari kuartal tiga 2016 dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tercatat Apple menjadi produsen yang paling merasakan anjloknya permintaan pasar dengan penurunan 71,6 persen. Kendati begitu, Apple tergolong masih merajai pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Apple Watch yang mendapat sambutan sangat positif saat dirilis pertama kali 18 bulan lalu, temuan ini adalah pukulan telak bagi mereka.
Lesunya produk jam tangan pintar dinilai IDC berakar pada sepinya produk baru. Apple dan Pebble baru merilis produk baru pada akhir kuartal ketiga. Sedangkan Google menunda memboyong Android Wear 2.0 ke pasar sampai tahun depan.
Selain itu, motivasi pembelian jam tangan pintar turut menjadi alasan utama mengapa pasar ini kian melesu. Hal ini diungkapkan oleh analis riset senior di IDC Mobile Device Trackers, Jitesh Ubrani.
"Sudah jelas bahwa jam tangan pintar yang ada sekarang tidak untuk semua orang. Tujuan penggunaan yang jelas adalah yang terpenting, sehingga banyak vendor yang beralih fokus ke manfaat kesehatan karena lebih sederhana," kata Ubrani.
Dalam laporan IDC terbaru, tercatat hanya Garmin yang pasokan produknya meningkat ke pasar. Produsen lain seperti Lenovo, Samsung, dan Pebble, terlihat pasokan produk yang mereka kirim merosot pada kuartal ketiga 2016.
Meski demikian, Ubrani melihat produsen smartwatch perlahan mulai menyadari kesalahannya dan menggeser tujuan penggunaan dari perangkat yang mereka ciptakan.
"Ke depannya, membedakan pengalaman smartwatch dari smartphone akan menjadi kunci dan tanda-tanda itu sudah mulai terlihat," tutup Jibrani. (hnf/tyo)