2017, Pusat Riset Apple di Indonesia Harus Selesai Dibangun

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 02/11/2016 13:51 WIB
2017, Pusat Riset Apple di Indonesia Harus Selesai Dibangun Ilustrasi logo Apple (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan bahwa rencana Apple membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia sudah pasti.

"Apple telah berkomitmen membangun R&D di Indonesia, menjadikannya pusat riset kedua di dunia di luar Amerika Serikat setelah Brasil," ucap Rudiantara saat ditemui sejumlah awak media usai pembukaan Pameran Indocomtech di Jakarta, Rabu (2/11).

Komitmen Apple tersebut tak lain guna memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang digadang pemerintah untuk ponsel 4G LTE.


Seperti yang diketahui, aturan TKDN ponsel 4G sebesar 30 persen akan segera diimplementasikan per 1 Januari 2017.


"Kemarin itu Apple Asia Pasifik dan dari Silicon Valley datang ke sini bertemu saya untuk membahas soal pembangunan R&D ini. Untuk angka investasi, biarkan itu jadi urusan korporasi," ujarnya lagi.

Rudiantara akan memastikan pembangunan R&D Apple harus rampung pada 2017 agar bisa segera memenuhi TKDN yang berlaku.

"Ya harus selesai 2017, kalau tidak ya tidak boleh jualan. Beli iPhone 7 di luar negeri saja," serunya, sembari berkelakar.

Rudiantara juga menambahkan, saat ini pihak Apple masih mengurus izin terkait pembangunan R&D.

"Kita harus bangga, perusahaan sekelas Apple mau bangun pusat riset di Indonesia. Kita jadi negara kedua setelah Brasil yang berhasil dilirik Apple," katanya.


Belum tentu di Jakarta
Pusat riset dan pengembangan (R&D) yang bakal dibangun Apple di Indonesia diharapkan Rudi tidak bersifat Jakarta-sentris.

Dengan kata lain, ia berharap Apple bisa membidik lokasi lain di luar Jakarta, bahkan kalau bisa di luar Pulau Jawa.

"Mereka (Apple) sudah pastikan untuk bikin alternatif agar membangun di luar Jakarta. Saya juga katakan, R&D Apple harus Indonesia-sentris, bukan Jakarta atau Jawa-sentris," tutur menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Bahkan jika ingin dibangun di Papua sekali pun, Rudiantara tetap mendukung karena ia yakin banyak ada sumber daya manusia yang mumpuni.

"Kenapa tidak kalau memang ekosistemnya menunjang? Di sana pasti ada SDM yang berbakat, kitanya saja yang suka tidak mengakui hal itu," tutup pria yang kerap disapa Chief RA. (evn)