Bisnis Tablet Kian Meredup

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 02/11/2016 07:45 WIB
Bisnis Tablet Kian Meredup Ilustrasi tablet hybrid. (Foto: Dok. CNNIndonesia.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga riset International Data Corporation (IDC) baru saja merilis angka pengapalan perangkat komputer dan perangkat layar sentuh dengan layar berukuran lebih dari 7 inci.

Pada laporan kuartal terbaru, IDC mencatat penjualan komputer layar sentuh mencatat pengapalan tertinggi dibandingkan perangkat serupa di segmen komputer.

Mengutip Phys, pengapalan tablet hanya mencapai 43 juta unit pada kuartal ketiga tahun ini, atau merosot 14,7 persen dibandingkan periode yang sama setahun silam.



Sementara itu, kategori tablet hybrid - layar dan keyboard bisa dilepas dan dipasang kembali - mulai diminati pasar.

Meski tidak mengungkapkan angka pengapalan tablet hybrid, namun IDC mencatat perangkat dengan harga kurang dari US$200 kian diminati.

"Persaingan untuk segmen menengah ke bawah dalam beberapa tahun terakhir terbukti bisa mendongkrak angka pengapalan. Meningkatnya popularitas tablet hybrid menjadi bisnis potensial sebagai pengganti perangkat komputer di masa depan," kata analis Jitesh Ubrani.

Meski tergolong mulai meredup, dari segi produsen, lima besar raksasa teknologi masih mendominasi pengapalan tablet.


Apple mendominasi pangsa pasar tablet sebesar 21,5 persen, sekitar 9,3 juta iPad mengokohkan posisi perusahaan. IDC mencatat pangsa pasar iPad mengalami penurunan sekitar 6,2 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Raksasa asal Korea Selatan, Samsung membuntut di posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 15,1 persen. Hingga akhir kuartal tiga tahun ini, Samsung hanya berhasil mengapalkan 6,5 juta tablet atau merosot hingga 19,3 persen.

Nasib berbeda justru tengah dialami Amazon yang berhasil mencatatkan kenaikan hingga tiga kali lipat untuk pengapalan tablet Fire. Total pengapalan tablet tersebut mencapai 3,1 juta unit. IDC memprediksi penawaran potongan harga sebagai pemicu melonjaknya permintaan pasar.

Sementara itu dua produsen asal China, Lenovo dan Huawei masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima dengan pengapalan masing-masing mencapai 2,7 juta unit dan 2,4 juta unit. Keduanya mengalami nasib serupa yakni meredupnya minat konsumen terhadap perangkat tablet mereka. (evn/evn)