Jagokan Kamera Selfie, Vivo Enggan Disamakan dengan Oppo

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 24/11/2016 09:28 WIB
Jagokan Kamera Selfie, Vivo Enggan Disamakan dengan Oppo Vivo V5. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vivo dan Oppo sama-sama berasal dari China, keduanya pun memasarkan produk andalan yang menonjolkan fitur kamera selfie.

Produk dari Vivo itu adalah V5, mengusung kamera depan dengan resolusi tinggi, 20MP. Ponsel pintar ini langsung diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan resolusi setinggi itu untuk bagian depan.

Sebelum V5 dilepas di pasar Indonesia, ponsel lain yang mengedepankan kamera selfie adalah Oppo F1s dengan resolusi 16MP.


Product Manager Vivo Indonesia Kenny Chandra mengatakan, perusahaannya tidak fokus pada persaingan yang ada, khususnya brand Oppo yang lebih dulu menggunakan jargon camera phone.


"Dibanding ponsel lain yang juga kuat di kamera depan seperti Oppo, kami punya pembeda sendiri," ungkap Kenny kepada sejumlah media usai peluncuran produk di Jakarta.

Ia melanjutkan, "V5 jadi ponsel pertama di dunia yang mengusung kamera depan 20 MP lengkap dengan selfie softlight yang mampu membuat hasil foto lebih tajam dan detil. Ini jadi keunggulan juga sebetulnya."

Kemudian saat ditanya apakah V5 hadir untuk 'mengakuisisi' pengguna Oppo sebagai pesaingnya, Kenny percaya diri bahwa V5 diincar konsumen yang ingin meng-upgrade fitur canggih.

"Semuanya tergantung pada konsumen saja. Kalau memang mereka merasa sudah cukup dengan fitur yang ada di posel sejenis yang lain, ya sudah. Tapi kalau memang mau upgrade, kualitas V5 patut diincar bagi mereka yang mencari kamera lebih apik," tukasnya.

Kamera Vivo V5 menggunakan teknologi sensor Sony IMX 376 dengan bukaan lensa f/2.0.

Untuk kamera belakang, Vivo menyematkan resolusi 13 MP. Sedangkan kamera depannya 20 MP lengkap dengan softlight yang diyakinu mampu memberi pencahayaan dengan kadar pas tanpa over-exposure agar hasil lebih alami.

Selain selfie softlight, di dalam aplikasi kameranya V5 terdapat fitur Face Beauty Mode 6.0 yang mampu menghaluskan hasil foto.


Berambisi masuk tiga besar di Indonesia

Berdasarkan laporan data lembaga riset IDC Indonesia per kuartal kedua 2016, produsen asing seperti Samsung, Oppo, dan Asus bertengger di posisi tiga besar pasar ponsel pintar Tanah Air.

Sementara posisi keempat dan kelima ditempati oleh merk lokal Advan dan Lenovo.

Kenny pun mengatakan, berdasarkan data riset yang Vivo dan lembaga riset yang tak disebut namanya, Vivo saat ini diklaim telah mencapai posisi lima besar di Indonesia.

Ambisi perusahaan untuk 2017 pun cukup agresif, yakni berada di tiga besar pangsa pasar ponsel pintar negeri ini.

"Kami berharap bisa masuk ke tiga besar nanti hingga akhir 2017," kata Kenny dengan optimis.

Vivo V5. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)Vivo V5. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Ia mengatakan, strategi yang paling gencar akan dilakukan perusahaan adalah memperluas iklan sebanyak-banyaknya dan branding.

"Komitmen kami di Indonesia nyata, apalagi kami juga sudah membangun pabrik sendiri di Tangerang," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Vivo sudah memiliki pabrik sendiri di daerah Cikupa, Tangerang untuk memproduksi semua ponsel pintarnya yang berteknologi 4G LTE.

Ponsel V5 yang baru dirilisnya pun diakuinya sudah dirakit di Cikupa. Upaya ini tentunya demi pemenuhan regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dibesut pemerintah.

"Sejauh ini kami sudah penuhi 20 persen, dan akan menuju 30 persen hingga awal tahun 2017. Kemungkinan besar kami akan menyematkan aplikasi lokal di dalamnya," tutup Kenny. (hnf/hnf)