Foxconn Besut Ponsel Luna di Semarang

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 19:58 WIB
Foxconn Besut Ponsel Luna di Semarang (ki-ka) CMO Lina Indonesia Nina Ratna Wardhani, Menkominfo Rudiantara, dan Presiden Direktur Awkila Natanael saat peluncuran Luna Smartphone di Jakarta. (CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ponsel pintar Luna dari Foxconn telah resmi masuk Indonesia. Perusahaan asal Taiwan itu ternyata menggandeng mitra manufaktur lokal PT ETI Luna Indonesia yang bersemayam di Semarang, Jawa Tengah.

Foxconn yang dikenal sebagai perusahaan manufaktur yang merakit iPhone dan iPad secara jelas tergiur untuk mencicipi kue bisnis ponsel pintar di Indonesia.

Hadirnya ponsel Luna untuk konsumen serta perakitannya di Semarang menandai komitmen besar Foxconn di Tanah Air demi memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G LTE.


Awkila Natanael selaku Presiden Direktur Luna Indonesia mengatakan, 30 persen dari lahan ETI Luna Indonesia yang luasnya 10 hektar digunakan untuk produksi ponsel Luna. Sementara 70 persen lainnya digunakan untuk memproduksi ponsel Evercoss.


"Targetnya di awal bisa mempoduksi 20 ribu unit ponsel per bulan, saat ini perakitan, tenaga kerja, komponen seperti charger dan earphone dibuat lokal." ucap Awkila sesaat setelah peluncuran ponsel Luna C-series di Jakarta, Senin (7/11).

Meski mengakui kapasitas produksi masih terbatas, ia memastikan kandungan lokal dalam ponsel Luna secara bertahap akan terus meningkat hingga mencapai 30 persen di tahun 2017.

PT ETI Luna Indonesia dan Foxoconn bukan hanya bekerjasama dalam tahap perakitan, tetapi juga mendapuk perusahaan lokal tersebut sebagai distributor resmi ponsel Luna.

Menanggapi upaya yang dilakukan Foxconn, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui mengapresiasi langkah perusahaan asal Taiwan itu dengan menggandeng pemanufaktur lokal.

Menurutnya, bentuk investasi berupa peranti lunak atau peranti keras dan besaran nilanya tidak menjadi masalah. Yang penting, ada komitmen dari perusahaan untuk memenuhi aturan TKDN 30 persen yang akan diberlakukan pemerintah mulai awal tahun 2017.


"Secara bertahap pemerintah ingin pelanggan 2G migrasi ke 4G karena biaya menyelenggarakan data lebih murah. Targetnya di tahun 2019 ada ponsel 4G yang dijual di kisaran harga Rp400 ribuan," ucap Rudiantara saat ditemui di kesempatan yang sama.

Menurutnya ekosistem pendukung 4G saat ini DNA (device, network, application) sudah diadopsi dengan cepat oleh masyarakat. Ia mengatakan kontribusi bisnis ponsel dalam setahun mencapai US$10 miliar.

Lebih jauh, ia berharap Foxconn bukan hanya melakukan investasi melalui kerjasama dengan perusahaan lokal. Pria yang kerap disapa Chief RA ini berharap Foxconn akan berinvestasi ke ranah peranti lunak.

"Pemerintah akan mendorong investasi ke arah software karena kalau dipatenkan akan jadi TKDN. Misalnya, desain yang dipatenkan di Indonesia kalau diproduksi di luar negeri maka akan jadi nilai tambah bagi Indonesia negara," tutupnya. (hnf/tyo)