Kiprah Telkom untuk Startup Lokal

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 12/12/2016 13:20 WIB
Telkom memiliki perhatian lebih untuk mengembangkan dan menggembleng startup di Indonesia. Foto: REUTERS/Beawiharta
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan tidak semua badan usaha milik negara (BUMN) memiliki perhatian, kepedulian, serta jiwa kewirausahaan yang menyokong ekonomi kreatif.

"Bagi saya, Telkom lebih unggul (dari BUMN lainnya) karena manajemennya punya jiwa kewirausahaan." katanya di sela-sela Dilo Festival di Balai Motekar Unpad, Kota Bandung.

Selain di Bandung, Dilo Festival digelar pula di Malang, Balikpapan, dan Makassar pada hari yang sama.


Hari melanjutkan, program Indigo Creative Nation (ICN) yang sudah digelar Telkom sejak tahun 2009 hingga sekarang dengan total 2.000 lebih startup dengan sedikitnya 65 diantaranya sudah dan sedang aktif terjun di industri telematika nasional/global.

Kehadiran Digital Valley merupakan bagian program ICN menghadirkan coworking space bagi para startup binaan. Saat ini, telah hadir Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley dengan lebih dari 8.000 member.

Hari juga mengapresiasi kehadiran Digital Innovation Lounge/Dilo sedikitnya di 13 kota utama di Indonesia. Yakni Aceh, Medan, Pekanbaru, Depok, Tanggerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Balikpapan. Member seluruh titik Dilo sudah mencapai lebih dari 20.000 orang, dengan fokus usaha 16 subsektor ekonomi kreatif.

Hal ini yang membedakannya dengan ICN dan Digital Valley yang hanya fokus beberapa subsektor ekonomi kreatif yakni perangkat lunak, desain grafis, dan game.

"Kami sangat terbantu karena Dilo yang merangkul semua jenis ekonomi kreatif dan yang terbaik bisa disalurkan ke program Indigo. Kami juga perkuat ekosistem ini dengan merilis BekUp beberapa bulan lalu," katanya.

BekUp, Bekraf for StartUp, adalah program seleksi wirausahawan digital yang pemenangnya disalurkan ke industri telematika maupun inkubator eksisting semacam Indigo. Menurut Hari, sejauh ini tingkat kesuksesan dari seleksi Bekup adalah 10 persen dari total peserta. Jadi, jika yang ikut 100 startup, maka yang benar-benar bertahan melanjutkan bisnisnya adalah 10 saja.

"Kami ingin tingkatkan succes rate ini di tahun 2017, minimal 20-30 persen. Caranya kami gandeng BUMN lain di luar Telkom terutama perbankan agar ekosistem makin baik, ekonomi kreatif kita makin berkembang," katanya.

Bekraf tengah mendorong Bank Mandiri dan BNI agar melakukan yang dilakukan PT Telkom dalam menumbuhkan iklim wirausaha berbasis ekonomi kreatif. Apalagi, kata dia, tahun depan merupakan kesempatan baik bagi startup berbasis financial technology (fintech).
Kiprah Telkom untuk Startup Lokal
Direktur Innovation & Strategic Portfolio Indra Utoyo (tiga kiri), Managing Director Indigo Ery Punta (kedua kiri), dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari (tiga kanan) (Dok.TELKOM)
Dia berharap fintech makin membuka mata perbankan agar tak ragu membiayai usahawan ekonomi kreatif yang kerap terkendala kolateral sehingga sulit ekspansi. "Perbankan jangan hanya ngasih payung pas cuaca cerah, itu tetap menyulitkan startup. Mari buat terobosan menuju kemajuan bangsa," anjurnya.

Yayan Ahmad, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Pemkot Bandung, menambahkan, pihaknya sangat banyak terbantu oleh BUMN telematika itu sejak pertama merilis Smart City tahun 2013 lalu.

Menurut dia, dari mulai akses jaringan seperti WiFi gratis ribuan titik pada tahun tersebut, hingga aplikasi solusi perkotaan banyak diberikan PT Telkom dan jejaringnya seperti ICN, Bandung Digital Valley, dan Dilo.

"Termasuk startup-startup yang melahirkan berbagai aplikasi dan mengisi Bandung Command Center saat ini. Kami ingin mengajak lagi binaan Indigo karena aplikasi terus dibutuhkan," katanya di tempat yang sama.

Yayan mengatakan, dorongan ini penting karena anggaran Diskominfo Kota Bandung tahun depan sama dengan tahun ini Rp50 miliar namun fokus pekerjaaannya hanya dalam memantapkan program smart city minus fungsi kehumasan.

"Saat ini kami punya 350-an aplikasi solusi perkotaan di Bandung Command Center. Tapi karena tahun depan adalah periode pemantapan, maka jumlah aplikasi akan berkembang. Arahan Pak Walikota Bandung Ridwan Kamil, sebanyak masalah di Kota Bandung, sebanyak itu pula aplikasi digital dibutuhkan," pungkasnya.

(tyo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK