XL Libatkan Akademisi Cari Solusi Permasalahan Kota

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Selasa, 15/11/2016 19:49 WIB
Solusi permasalahan pelayanan publik, keuangan, dan pemerintahan menjadi fokus XL dalam membantu pemerintah mewujudkan konsep kota pintar. Kepala Internet of Things XL Arifa Febriyati membicarakan ide startup mahasiswa untuk memecahkan masalah di sejumlah daerah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/11). (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator seluler XL mulai membina kerja sama dengan pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa untuk mewujudkan konsep kota pintar. Kerja sama itu tercermin dari upaya XL yang mengadakan kompetisi pencarian startup yang fokus menyelesaikan solusi suatu daerah.

Pencarian startup yang dijaring dari kalangan mahasiswa dianggap XL cukup potensial. Ide yang dihasilkan peserta nantinya akan dipertemukan dengan kebutuhan suatu daerah di Indonesia.

"Solusi yang dicari diupayakan fit dengan kebutuhan yang ada. Yang lebih penting bagaimana sebuah ide bisa menjawab kebutuhan pasar. Tak masalah datangnya dari pelajar," ujar Arifa Febriyati selaku kepala Internet of Things XL di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/11).



Arifa belum mau menyebutkan nama kota yang digandeng XL dalam program kali ini. Meski demikian ia memastikan startup yang lahir dari program ini akan dipertemukan "jodohnya" dengan daerah yang sedang menghadapi kendala.

Salah satu pemenang asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan solusi yang menghubungkan masyarakat dengan lahan kosong yang bisa ditanami tanaman produktif di Pulau Talaud, Sulawesi Utara. Tak hanya itu, masyarakat yang ingin berpartisipasi di dalamnya akan memperoleh profit hasil investasi.

"Mereka yang mau menanam pohon di Talaud bisa dilakukan dengan beberapa pencet tombol saja," kata Wisnu, perwakilan dari tim Tamponesia ITS yang mendapatkan penghargaan khusus.

Ada lebih dari 1.000 proposal yang masuk ke program ini dan dewan juri menyaringnya menjadi sepuluh saja. Adapun kategori yang jadi penilaian dalam kompetisi ini yakni orisinalitas inovasi, presentasi solusi, dan feasibility.


Beragam solusi yang ditawarkan fokus pada tiga permasalahan yakni pelayanan publik, e-government, dan e-financial. Sejumlah solusi yang masuk antara lain memberdayakan barang-barang pribadi yang tak terpakai di rumah, hingga solusi mengenai parkir yang aman. Ada juga ide solusi untuk mengatasi persoalan terkait kesehatan, yaitu bagaimana mengelola antrian pasien secara digital, juga solusi mendapatkan informasi ketersediaan bank darah.

Sepuluh tim dari berbagai kampus di Indonesia mengikuti program mencari solusi masalah perkotaan di ajang Smart Digitizing Your City 2016. Dalam acara itu sebanyak 1.069 mahasiswa dari Aceh sampai Maluku tercatat mengikut program yang digelar XL sejak Maret tahun ini.

Walau begitu, XL menampik akan mempromosikan dan membiayai para pemenang menjadi perusahaan rintisan. Sebagai kelanjutan, para pemenang ini akan melalui proses inkubasi untuk lebih mematangkan produk dan layanan yang telah dibuat . (evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK