Dihubungi secara terpisah, Indosat Ooredoo dan XL mengakui ada sedikit gangguan jaringan telekomunikasi di Aceh akibat padamnya listrik. Melalui keterangan tertulis, setidaknya operasi tujuh Base Transceiver Station (BTS) milik Indosat terhenti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak dua BTS mati karena listrik dari PLN padam," terang Turina Farouk, Vice President Corporate Communication XL.
Sementara itu, Smartfren memastikan jaringan milik operator yang sebelumnya dikenal lewat layanan CDMA ini tak ada gangguan sama sekali. Namun sampai sekarang mereka masih mengawasi ketat kualitas jaringan.
"Jalur komunikasi Smartfren dari Banda Aceh - Lhokseumawe sampai saat ini masih berfungsi normal," ucap Munir SP, VP Technology Relations and Special Project Smartfren.
Sebelumnya, Telkomsel juga telah menyampaikan kondisi jaringan milik mereka di Aceh pascagempa menerjang. Dua Sentral Telepon Otomat (STO) mereka sempat mati akibat putusnya aliran listrik.
Telkomsel mengakali keadaan itu dengan menyalakan generator sebagai sumber tenaga pengganti kedua STO.
"Sejauh ini layanan telekomunikasi di Aceh dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali," kata Arif Prabowo, VP Corporate Communication Telkom.
Pada pukul 05.03 WIB, gempa berkekuatan 6,4 skala richter melanda Aceh. Pusat gempa berada di 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya dan 121 kilometer tenggara Banda Aceh dengan kedalaman laut 10 kilometer.
Meski tak berpotensi tsunami, kerusakan yang diakibatkan cukup serius. Guncangan keras gempa ini sempat membuat warga berhamburan keluar rumah. (tyo)