Persiapan Peluncuran Satelit Telkom 3S Berjalan Lancar

Ervina Anggraini , CNN Indonesia | Selasa, 14/02/2017 14:48 WIB
Persiapan Peluncuran Satelit Telkom 3S Berjalan Lancar
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Telkom Indonesia (Telkom) memastikan akan meluncurkan satelit Telkom 3S pada besok (15/2) pukul 4.39 WIB.

Jelang peluncuran Telkom memastikan telah melalui proses pengecekan akhir (general reherarsal) terhadap seluruh kondisi teknis satelit sebelum diluncurkan. Pengecekan dilakukan dengan melalui pengetesan berupa uji spesifikasi teknis dan fungsi-fungsi seluruh bagian satelit dalam keadaan berfungsi.

Satelit Telkom 3S juga telah melalui proses Launch Readiness Review (LRR) berupa pengecekan dan pengujian terhadap elemen dan perangkat pendukung peluncuran. Hal itu meliputi kondisi roket sebagai launch vehicle yang siap meluncur hingga perangkat pendukung lain di area peluncuran.

Telkom mengklain hasil pengetesan semua item pada kedua tahapan akhir yang sangat krusial telah berhasil dilalui.

"Hasil pengetesan semua item teknis launch vehicle dalam kondisi on track dan hijau. Tidak ada kondisi yang mempengaruhi jadwal peluncuran, dan telah diambil keputusan untuk melanjutkan proses peluncuran sesuai jadwal”, ungkap Direktur Network, IT and Solution Telkom Abdus Somad Arief dalam keterangan resmi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mennyambut positif proses peluncuran satelit Telkom 3S di Guiana Space Center, Perancis.

Menurutnya ketersediaan satelit Telkom 3S mampu menambal kekurangan pasokan satelit di Indonesia.

"Kita doakan semoga proses peluncurannya nanti berjalan sukses, karena ini (Satelit Telkom 3S) memiliki kapasitas lebih bagus dan bisa menggantikan satelit Telkom 2," ucap Rudiantara saat ditemui di JW Marriot, Kuningan, Jakarta.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia hanya memliki 7 slot orbit satelit yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan penyiaran. Untuk menambal kekurangan kebutuhan transponder, sejauh ini pemerintah memperbolehkan penyedia satelit asing boleh digunakan di Indonesia.

Dengan catatan, hak perizinan tetap dimiliki oleh Indonesia meski menggunakan satelit asing.

"Indonesia harus menggunakan satelit asing untuk mencukupi kebutuhan transponder, dengan catatan landing right tetap harus diberikan ke perusahaan lokal," imbuh Rudi.

Disinggung mengenai upaya agar tidak lagi tergantung dengan satelit asing, Rudiantara mengaku saat ini hal itu masih sulit lantaran keterbatasan slot yang dimiliki Indonesia. Slot orbit merupakan aset langka yang harus diisi sebelum tenggat waktu pengoperasian berakhir, yakni pada 6 Juli 2017.