Misi Blaupunkt Gaet Sisa-sisa Pengguna 2G di Indonesia

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Kamis, 16/03/2017 10:12 WIB
Misi Blaupunkt Gaet Sisa-sisa Pengguna 2G di Indonesia Blaupunkt memperkenalkan tiga varian ponsel Soundphone berteknologi 4G. (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Blaupunkt berniat menggarap pengguna ponsel 2G di Indonesia yang saat ini jumlahnya masih cukup besar. Rencana itu akan diwujudkan dengan meluncurkan feature phone berteknologi 4G.

Direktur Blaupunkt Communication Indonesia Ferdinand Kosen menyebut pasar potensial di Indonesia masih cukup banyak dihuni pengguna 2G. Itu mendasari mereka membuat feature phone berteknologi 4G.

"Jadi desain ponselnya masih sama (dengan feature phone) tapi jaringannya sudah 4G, bisa WhatsApp dan lain-lain," kata Ferdinand di Jakarta, kemarin (15/3).


Ferdinand melanjutkan, dalam survei yang mereka buat, masih banyak pengguna ponsel 2G yang merasa kesulitan mengoperasikan smartphone. Hal ini yang menurutnya menghambat peralihan pengguna 2G ke ponsel berteknologi 4G.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di awal Maret ini sempat menyebut pengguna ponsel 2G di Indonesia masih sekitar 30 persen dari 170 juta total pemilik ponsel. Itu artinya ada sekitar 51 juta orang belum beralih ke 4G.

Penggunaan layar sentuh diperkirakan jadi salah satu penghambat pengguna ponsel 2G ke ponsel cerdas yang notabene berlayar sentuh.

Hal ini memaksa Blaupunkt banting setir dengan memproduksi ponsel dengan harga jauh lebih murah dari biasanya.

Ferdinand memastikan pada kuartal kedua, Blaupunkt akan merilis feature phone dengan desain candybar namun punya kemampuan serupa ponsel cerdas Android. Harga yang mereka banderol untuk ponsel tersebut ia sebut tak sampai sejuta rupiah.

"Jadi kita akan bawa pengguna 2G ke 4G dengan ponsel di bawah satu juta rupiah tapi chipsetnya tetap dari Qualcomm," tutur Ferdinand.

Untuk membuat ponsel itu, Blaupunkt mengaku bekerja sama dengan Telkomsel dan Qualcomm. Mereka menjanjikan ponsel yang akan dirilis nanti tetap bisa menjalankan aplikasi sejuta umat seperti WhatsApp dan Facebook.

Absen hampir dua tahun dalam peta persaingan ponsel, langkah ini diakui sebagai hasil evaluasi mereka saat meluncurkan ponsel seri Soundphone Sonido di 2015 lalu. Mereka menilai banderol saat itu kelewat mahal dibanding kemampuan pasar.

Hal itu juga terlihat dari banderol harga yang mereka sematkan di tiga ponsel terbaru mereka yaitu Soundphone S1, S2, dan J2. Ketiganya dibanderol di kisaran Rp1 juta hingga Rp3 jutaan.

Kendati demikian, Ferdinand mengelak jika mereka akan berfokus di segmen menengah ke bawah.

"Istilahnya bisa masuk ke semua golongan," pungkasnya.