Dalam narasinya, video ini mengajak untuk menghadirkan Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika di Jakarta. Video kampanye itu pun ditutup dengan jargon "19 April 2017 Pilih Keberagaman". Namun, video ini malah menuai kontroversi lantaran gambar bergerak tersebut menampilkan sosok protes kelompok muslim dengan latar spanduk bertuliskan "Ganyang Cina".
Gambar ini dinilai sejumlah kalangan sebagai kontraproduktif atas isu keberagaman yang dinarasikan. Sebab, bagi mereka, umat muslim tidaklah memusuhi etnis Tionghoa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Ada juga yang mengaitkan kampanye video ini dilakukan sebagai langkah penyelamatan atas kiat turunnya elektabilitas Ahok-Djarot yang mulai tersalip oleh Anies Sandi.
[Gambas:Twitter]
Lainnya, menganggap video kampanye ini provokatif.
[Gambas:Twitter]
Terkait kecaman ini, Djarot berkelit kepada CNNIndonesia bahwa video tersebut mengambil latar peristiwa kerusuhan tahun 1998. "Saya sudah nonton dan itu memang foto jadi kok kita ingat tahun '97-'98," ujar Djarot di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (10/4).
Menurut Djarot, video itu dibuat oleh tim khusus yang melibatkan relawan. Dia menduga nuansa kerusuhan anti-etnis di era kejatuhan Orde Baru itu sengaja dihadirkan agar kejadian serupa tak kembali terulang.
Sebelumnya, tagar #KampanyeAhokJahat ini juga sempat menjadi trending topic pada Minggu (10/4). Namun, hari ini sepertinya kontroversi video ini masih terus bergulir.
Video kampanye yang awalnya disebarkan akun @basuki_btp milik Ahok dengan hastag #BeragamItuBasukiDjarot itu akan dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
ACTA memperkarakan video #IklanAhokJahat karena diduga melakukan pelanggaran UU Pilkada, berupa iklan kampanye yang menyudutkan umat Islam oleh paslon nomor 2, Ahok-Djarot. ACTA sendiri memang kerap membuat laporan terkait pasangan Ahok-Djarot ke berbagai instansi peradilan.
Hingga berita ini dibuat, tagar #IklanAhokjahat masih memuncaki daftar teratas trending topik Indonesia dengan jumlah cuitan lebih dari 10 ribu kali.