Pelanggan Mulai Jengah Dibombardir SMS Spam Togel

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Kamis, 13/04/2017 11:38 WIB
Pelanggan Mulai Jengah Dibombardir SMS Spam Togel Salah satu bentuk SMS togel yang masuk ke ponsel (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pelanggan telekomunikasi mulai jengah dengan serbuan SMS blast atau Spam yang masuk ke dalam kotak pesan ponsel mereka. Belakangan serbuan ini semakin masif dengan isi yang semakin aneh, seperti serbuan SMS togel dan Poker.

Satu sampai dua kali mungkin diabaikan, namun bombardir SMS berisi togel ini lama-lama membuat jengah juga. Apalagi togel dan poker diidentikan ke hal negatif karena barbau judi.

"Pasang nomor togel secara online hanya di www.EyaXXXX mudah dan aman langsung dari HP Anda sekarang! Pasaran togel, prediksi jitu & Live dingdong online,” demikian salah satu pesan yang masuk ke pelanggan operator.


Ranny, salah satu pelanggan operator yang sering mendapatkan SMS ini awalnya hanya tak terlalu peduli. Namun, belakangan SMS sejenis ini semakin sering masuk ke ponsel miliknya.

“Saya untungnya tak percaya togel ataupun bermain poker. Tapi saya khawatir dengan orang-orang yang lebih tua. Khawatir mereka percaya dgn pesan tersebut dan terkena penipuan,” katanya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Hal serupa juga dialami oleh Tiara. Awalnya dia tidak pernah mendapatkan SMS spam seperti itu, lalu ketika ponsel miliknya hilang dia kemudian me-recovery nomor seluler miliknya. Sejak saat itulah SMS kaleng seperti itu mulai memborbardir ponselnya.

“Saya pribadi sih merasa terganggu, bukan hanya spam tetapi juga maluin-maluin karena sering muncul saat kerja. Belum lagi kalau dibaca teman, jadinya dikira suka pasang togel juga. Ya, intinya tidak enak deh,” sebutnya.

Baik Ranny maupun Tiara sama-sama heran, karena mereka merasa tak pernah memberikan nomor ponselnya ke pihak manapun.

“Padahall saya tak pernah merasa mendaftarkan nomor ke hal-hal demikian. Saya bingung sebenarnya mereka bisa dapat nomor saya dari mana,” sebut Ranny.

"Mungkin karena nomor ini sudah cukup lama saya pakai, sekitar empat tahunan, dan dulu belum banyak layanan isi ulang pulsa di ATM atau e-banking. Jadi mungkin mereka dapat nomor saya dari tukang jualan pulsa itu,” sebutnya.