Satu sampai dua kali mungkin diabaikan, namun bombardir SMS berisi togel ini lama-lama membuat jengah juga. Apalagi togel dan poker diidentikan ke hal negatif karena barbau judi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya untungnya tak percaya togel ataupun bermain poker. Tapi saya khawatir dengan orang-orang yang lebih tua. Khawatir mereka percaya dgn pesan tersebut dan terkena penipuan,” katanya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.
“Saya pribadi sih merasa terganggu, bukan hanya spam tetapi juga maluin-maluin karena sering muncul saat kerja. Belum lagi kalau dibaca teman, jadinya dikira suka pasang togel juga. Ya, intinya tidak enak deh,” sebutnya.
Baik Ranny maupun Tiara sama-sama heran, karena mereka merasa tak pernah memberikan nomor ponselnya ke pihak manapun.
“Padahall saya tak pernah merasa mendaftarkan nomor ke hal-hal demikian. Saya bingung sebenarnya mereka bisa dapat nomor saya dari mana,” sebut Ranny.
"Mungkin karena nomor ini sudah cukup lama saya pakai, sekitar empat tahunan, dan dulu belum banyak layanan isi ulang pulsa di ATM atau e-banking. Jadi mungkin mereka dapat nomor saya dari tukang jualan pulsa itu,” sebutnya.