XL Pamer Unduh Video 4K dalam 3 Detik

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 12/04/2017 17:28 WIB
XL Pamer Unduh Video 4K dalam 3 Detik XL Axiata pamer kecepatan demo 5G (CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Implementasi 5G yang rencananya akan dilakukan pada tahun 2020 mendorong XL Axiata untuk mulai melakukan demo ujicoba jaringan di luar ruangan. Dalam ujicoba kali ini, XL menggandeng Ericsson sebagai penyedia infrastruktur.

Dalam ujicoba pertamanya, Direktur/ Chief Management Service Officer XL Axiata Yessie D Yosetya menegaskan pihaknya mempersiapkan lima hal utama yakni spektrum, konvergensi core, transport fiber optik, dan ekosistem pendukung. Lantas apa yang menjadikan 5G penting bagi pengguna jaringan di Indonesia?

Berbeda dengan teknologi-teknologi sebelumnya, 5G menawarkan kecepatan akses hingga 20gbps dengan latensi (keterlambatan) kurang dari 1 milidetik. Selain itu dari segi infrastruktur juga lebih hemat baterai, serta mampu melayani lebih banyak hingga bisa mencapai 2000 pengguna.


"Secara infrastruktur 5G lebih efisien dibanding generasi sebelumnya, untuk unggah data berkapasitas besar hanya butuh waktu hitungan milidetik. Kalau diibaratkan masih kalah cepat dengan kemampuan mata mengedip," imbuh Yessie disela demo di kantor XL di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (12/4).

Lebih lanjut Yessie membandingkan 5G dengan teknologi sebelumnya untuk unduh video 4K. Teknologi 5G hanya membutuhkan waktu 33 detik, jauh lebih cepat ketimbang 4G yang menghabiskan waktu 13 menit atau 3G hingga 22 jam.

Dalam ujicoba luar ruangan menggunakan base station 5G, sistem pemancar radio berbasis teknologi 5G dengan teknologi Antenna Integrated Radio, user equipment 5G, dan sarana pendukung lainnya, data sebesar 200MB bisa diunduh dalam waktu 0,28 detik. Sementara kecepatan akses tertinggi berkisar antara 3,03Gbps hingga 5,7Gbps.

"Semakin jauh jarak antena dengan pemancar radio, maka kecepatannya akan berubah. Jarak memang memengaruhi kecepatan akses di satu area dan juga berapa banyak kbase station yang menjangkaunya," ungkap Yessie.

Senada dengan yang diutarakan Yessie, Presiden Direktur Ericsson Indonesia dan Timor Leste Thomas Jul menegaskan jaringan 5G penting untuk melanjutkan inovasi ke arah yang lebih baik. Meski tidak mengubah kehidupan secara seutuhnya, namun kemunculan 5G disebutnya mampu memperkuat ekosistem yang saat ini mulai terbentuk.

"Kita bisa lihat implementasi Internet of Things (IoT) saat ini kian massif, ketersediaan 5G arahnya akan lebih ke industrial bukan lagi pada aspen konsumen (end-user)," imbuhnya di kesempatan yang sama.

Kemampuan akses yang lebih cepat disebut Jul membuat 5G membutuhkan spektrum lebih lebar dibanding jaringan 4G, 3G, ataupun 2G. Setidaknya dibutuhkan 300 GHz spektrum untuk bisa menggelar jaringan 5G.

Ketika disinggung mengenai rencana implementasi 5G di Indonesia, baik Yessie maupun Jul sepakat hal itu masih harus menunggu kesiapan regulasi pemerintah dan penyetaraan teknologi serta ekosistem secara teknis. Kesemua hal itu diprediksi baru akan selesai sekitar tahun 2018 - 2020.