Laporan dari Filipina

Imagine Cup 2017: Inovasi dari Indonesia, Beda!

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 08:10 WIB
Kebanyakan finalis Imagine Cup 2017 tingkat regional mengusung inovasi kesehatan. Hanya Indoensia dan Malaysia yang tawarkan inovasi berbeda. Mahasiswa ITB yang tergabung dalam tim Cimol mewakili Indonesia di ajang Microsoft Imagine Cup 2017. (Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Manila, CNN Indonesia --
Finalis yang membawa isu kesehatan mendominasi kompetisi Imagine Cup 2017 di level Asia Tenggara. Dari total sepuluh finalis, hanya dua yang tidak mengusung topik kesehatan.

Mayoritas babak regional Imagine Cup kali ini memperlihatkan dominasi pemecahan masalah di bidang medis. Delegasi dari Malaysia dan Singapura membawa isu kesehatan yang agak serupa, mencegah penyakit menjangkiti dan data kesehatan seseorang secara praktis menggunakan ponsel cerdas.

Bila tim Singapura memakai pendekatan detak jantung, maka Thailand menggunakan pendekatan uji darah untuk mengetahui kadar kesehatan manusia.


Hal yang sama pun dipilih oleh peserta dari Bangladesh dan Sri Lanka. Perbedaannya adalah tim Bangladesh berfokus melakukan pencegahan ke penyakit tertentu seperti malaria, sedangkan Sri Lanka berniat membabat penyakit asma yang diderita oleh anak-anak di negaranya lewat aplikasi permainan mobile.



Sementara itu tim asal Filipina dan Laos sama-sama memperkenalkan inovasi yang memudahkan kehidupan seseorang dengan keterbatasan fisik. Baik Filipina dan Laos bahkan menitikberatkan menciptakan karya inovasi yang membantu penyandang bagi daya penglihatannya terganggu.

Adapun tim dari Nepal dan Vietnam turut menciptakan inovasi di bidang kesehatan. Hanya saja keduanya lebih berminat kepada kondisi kesehatan ternak seperti sapi dan ayam.
Aplikasi Hoax Analyzer yang dikembangkan mahasiswa ITB.Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto
Aplikasi Hoax Analyzer yang dikembangkan mahasiswa ITB.

Meski mayoritas peserta Microsoft Imagine Cup 2017 menciptakan inovasi di bidang kesehatan, Dave Miller, Developer Experience Lead for Microsoft Asia Pacific menyatakan tak berarti menjadikan inovasi kesehatan sebagai prioritas.

"Pernyataan misi kami adalah memberdayakan masyarakat dan organisasi. Jadi kami tidak pernah mengucapkan wajib menyangkut isu kesehatan, atau lainnya," kata Miller dalam pertemuan media di Manila, Filipina.

Menurut Miller, banyaknya peserta yang mengusung tema kesehatan sesederhana karena kebetulan saja. Ia melihatnya hal itu sebagai kewajaran. Sebab, Micorosoft merupakan penyedia teknologi sesbagai solusi untuk berbagai macam ide inovasi.



Indonesia dan Malaysia Berbeda

Banyaknya peserta yang mengusung tema kesehatan dalam inovasinya memudahkan tim Indonesia dan Malaysia mudah diingat. Indonesia yang diwakili tim Cimol asal Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan perangkat lunak untuk memberantas informasi palsu bernama Hoax Analyzer.

Sementara tim Malaysia merakit sebuah robot papan iklan interaktif. Robot mereka yang bernama SMAD (smart advertising) Robot mampu membaca emosi manusia dan berinteraksi dengannya sehingga bisa menampilkan jenis iklan lebih relevan.

Pada gelaran Imagine Cup level regional ini, aspek teknologi menjadi komponen utama penilaian sebesar 50 persen. Microsoft akan memboyong lebih dari satu tim kontestan untuk terbang ke Seattle menjalani babak final dunia di Juli 2017 nanti. Mereka yang berhasil menjuarai kejuaraan ini akan diganjar oleh Microsoft dengan uang hadiah US$100 ribu atau sekitar Rp1,3 Miliar.