Bukan Lagi Media Sosial, Kini Twitter Jadi Aplikasi Berita

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 04/05/2017 07:03 WIB
Bukan Lagi Media Sosial, Kini Twitter Jadi Aplikasi Berita Ilustrasi Twitter (dok. REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Snapchat telah menjadi salah satu aplikasi media sosial yang popular di kalangan netizen dewasa ini. Popularitasnya membuat perusahaan media sosial lain tergiur dan mencomot fitur serupa khas Snapchat. Salah satu fitur yang paling banyak ditiru adalah fitur 'Stories'.

Stories menyuguhkan konten video dan foto yang tidak disimpan permanen. Konten ini akan menghilang dalam 24 jam. Fitur ini lantas jadi favorit pengguna Snapchat. Popularitas fitur ini membuat Facebook terang-terangan mengadopsi fitur ini di berbagai platform miliknya. Mulai dari aplikasi Facebook sendiri, Instagram, hingga Whatsapp. Yang terbaru, Path juga ikut-ikutan mengadopsi fitur ini untuk penggunanya. 

Namun, Twitter sepertinya tidak tertarik untuk mengikuti tren tersebut. Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (3/5), Arvinder Gujral selaku Senior Director, Business Development untuk Twitter Asia Pacific menerangkan bahwa Twitter lebih tertarik untuk berinvestasi pada konten video live streaming.


Gujral menjelaskan bahwa Twitter lebih ingiin menyuguhkan konten yang bersifat live dan breaking bagi penggunanya. Twitter ingin mengkhususkan diri pada konten yang bersifat real time. Baik konten berupa teks, video maupun foto. Sampai-sampai, Twitter kini mengubah kategorinya di toko aplikasi mobile sebagai aplikasi berita.



“Kami tertarik di live video. Kami banyak berinvestasi di sana tahun lalu dan akan terus begitu hingga akhir tahun ini. Jika Anda menyadari mengapa Twitter masih bertahan, Twitter menunjukkan bagaimana (situasi) dunia di sekitar Anda. Live and breaking. Dulunya hanya ada live tweets berupa teks dalam 140 karakter. Kini breaking juga bisa hadir dalam live video. Jadi, tweet sudah berevolusi dan video bisa Anda berikan bersamaan dengan tweet,” terangnya.

Menurut catatan AdWeek, Twitter memang mulai menyandarkan hidupnya di fitur live video seperti acara NFL (National Football League - liga olahraga football di Amerika Serikat) dan MLB (Major League Baseball - liga baseball profesional di Amerika Serikat). Keduanya sempat disiarkan langsung oleh NBC dan Bloomberg. Sementara Buzzfeed telah menggunakan Twitter untuk menyiarkan berita-berita politik sejak 2016.

Gujral juga menjelaskan bahwa Twitter telah banyak belajar bahwa konten-konten dari penerbit tersebut bermanfaat bagi pengguna dan bagi bisnis Twitter. Banyak analis juga memprediksi bahwa masa depan Twitter adalah live streaming.


"Twitter memberi pengiklan kemampuan untuk menjangkau khalayak. (Khalayak ini) paling terlibat dalam konteks yang tepat (dan) pada waktu yang tepat. Kami memfokuskan investasi kami pada produk pendapatan yang memperkuat proposisi nilai unik kami, terutama di live dan video," ujar COO Twitter, Anthony Noto dalam sebuah pernyataan di AdWeek awal tahun ini.

"Kami mendengar umpan balik positif dari mitra iklan kami tentang percepatan dan pertumbuhan pemirsa yang terus berlanjut," tandasnya.

Selain itu, Gujral juga menambahkan bahwa Twitter kini berfokus pada perbaikan fitur-fitur yang akan dihadirkan di masa depan. “Jika Anda melihat enam bulan belakangan, Anda akan melihat bahwa kami sudah melakukan perbaikan besar-besaran di Twitter. Kami belum pernah melakukan perbaikan sebesar itu dan tren itu akan terus dilanjutkan,” kata dia.



Twitter juga akan serius menggarap platform customer service dan chatbots untuk pengguna enterprise. Mereka akan memanfaatkan fitur Direct Message (DM) untuk memperbaiki pelayanan konsumen merek lokal maupun global. Di Indonesia, salah satu perbankan nasional telah memanfaatkan fitur ini. 

“Tim kami mengembangkan platform customer service dan chatbots. Kami punya DM di Twitter. Banyak brand yang meminta fitur itu seperti merek global Pizza Hut dan e-commerce demi memberikan pelayanan konsumen yang lebih baik. Mereka menggunkan DM kami untuk chatbot," papar Gujral.

"Jadi, mereka bisa menjalankan autoreply di DM, memberi notifikasi saat barang sudah diantar, dan (hal) lainnya secara otomatis. Jadi Twitter tidak hanya menjadi paltoform yang baik untuk pelayanan pelanggan, tetapi juga baik sebagai platform enterprise. Kami ingin fokus di sana,” pungkasnya.