Horor Internet, Puluhan Anak Bunuh Diri karena Blue Whale

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 03/05/2017 11:34 WIB
Horor Internet, Puluhan Anak Bunuh Diri karena Blue Whale Tagar #BlueWhaleChallenge ditentang banyak orang karena mendorong remaja untuk bunuh diri. (Foto: Thinsktock/anarchyjim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tantangan tidak masuk akal bertajuk Blue Whale Challenge menggema melalui media sosial. Layanan microblogging Twitter dan Instagram diramaikan postingan mengenai tantangan membahayakan ini.

Tagar #BlueWhaleChallenge merayu remaja dengan tingkat emosi labil atau mereka yang sedang mengalami depresi untuk mengakhiri hidupnya.

Sebuah tantangan yang diberikan kurator menyerukan bagi siapapun yang sudah masuk di dalamnya tidak boleh menghentikan aksi mereka. "Sekali kamu masuk, maka kamu tidak boleh berhenti. Atau kami akan mendatangimu," tulis sang kurator.




Sejumlah pengguna Twitter menyerukan penolakan dan meminta semua pihak menghentikan tantangan tersebut.



Sementara itu, penggunaan tagar #BlueWhaleChallenge #i_am_whale #wakemeat420 #f40 #f57 #curatorfindme dan #imready justru sudah diminimalisir oleh Instagram.
Kampanye Tolak #BlueWhaleChallenge Ramaikan Media SosialFoto: Instagram

Pengguna yang ingin mencari video atau foto dari salah satu tagar di atas, akan mendapat peringatan jika konten yang muncul mengacu pada tindakan menyakiti diri sendiri.

Permainan ini sebenarnya berawal dari jejaring sosial asal Rusia, vk.com (VKontakte). Di negara asalnya, permainan ini menjadi penyebab ratusan remaja bunuh diri.



Nama Blue Whale dianggap sesuai dengan perilaku paus yang mendamparkan diri ke pantai untuk mati.

Tak pelak jika isi permainan ini meminta pemain melakukan serangkaian tantangan menyiksa mental dan fisik pemainnya selama 50 hari penuh. Mereka yang tergabung dalam permainan ini didua masuk dalam sebuah grup chat tertutup yang berisi para pemain dan kurator.



Pemain diminta menyelesaikan satu 'tugas' secara terus menerus hingga hari ke-50. Mulai dari menggambar tanda tertentu seperti f0, f57, hingga ambar ikan paus di bagian tubuh seperti pergelangan tangan dan kaki menggunakan silet atau pisau.

Dilansir Higgyhoop, di hari terakhir pemain diminta untuk memposting foto selfie sesaat sebelum melakukan aksi bunuh diri dan menuliskan salam perpisahan seperti 'Goodbye' atau 'End' melalui media sosial.

Selain di Rusia, permainan ini diketahui sudah menyebar ke Chile, Spanyol, Ukraina, dan Portugal.

Polisi dikatakan menyelidik sejumlah kasus bunuh diri di seluruh Rusia yang mereka takutkan terkait dengan aksi yang viral secara online.

Namun sejauh ini tantangan Blue Whale belum terbukti bertanggung jawab langsung atas kematian para anak-anak tersebut.

Surat kabar investigatif Novaya Gazeta melaporkan: "Kami telah menghitung 130 kasus bunuh diri anak-anak yang terjadi antara November 2015 sampai April 2016.



"Hampir semua anak ini adalah anggota kelompok internet yang sama dan tinggal di keluarga yang baik dan bahagia."

Dua siswi Yulia Konstantinova, 15, dan Veronika Volkova, 16, merenggang nyawa karena bunuh diri dengan melompat dari atap sebuah blok apartemen 14 lantai.

Yulia meninggalkan sebuah catatan yang bertuliskan "End" di halaman media sosialnya setelah dia memajang gambar paus biru besar.

Seorang gadis berusia 15 tahun yang tidak disebutkan namanya juga mengalami luka kritis setelah terjatuh ke tanah bersalju dari lantai lima di kota Krasnoyarsk, Siberia.

Dua hari sebelumnya, seorang gadis 14 tahun dari Chita dilaporkan telah melemparkan dirinya ke bawah kereta komuter.

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun juga diselamatkan dari aksi setelah ia terlihat bertengger di tepi sebuah atap di Lviv, Ukraina.