Google I/O 2017

Android O Diluncurkan, Perbaiki Performa dan Baterai

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Kamis, 18/05/2017 09:24 WIB
Android O Diluncurkan, Perbaiki Performa dan Baterai CEO Google Sundar Pichai. (Foto: REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan generasi penerus sistem operasi Android O akhirnya secara resmi diumumkan di ajang konferensi developer tahunan Google I/O 2017. Google menggolongkan dua kategori utama pada Android O yakni Fluid Experience dan Vital.

Fluid Experience diklaim untuk memaksimalkan pengalaman saat menggunakan Android. Sementara Vital fokus pada peningkatan kinerja baterai dan keamanan data.

Dalam blog resminya, Google menjelaskan Fluid Experience menawarkan sejumlah fitur baru,s alah satunya picure-in-picture dan smart text selection.


Fitur picture-in-picture berfungsi untuk memaksimalkan produktivitas dengan membuka dua aplikasi secara bersamaan. Misalnya ketika sedang menonton Netflix di layar yang lebih kecil dan membaca surel di tampilan besar.

Fitur ini sejatinya sudah lebih dulu tersedia pada layanan YouTube, hanya lebih diperluas fungsinya untuk sistem operasi Android O.

Sementara fitur smart text selecton memudahkan mekanisme copy-paste kata dan kalimat. Google memaksimlakan kinerja machine learning untuk mengenali setiap kata dan frasa sehingga pengguna cukup mem-blok kalimat dan klik opsi yang diinginkan.

Saat mem-blok nomor telepon, pengguna akan melihat opsi telepon, cut, copy, dan paste lalu pilih sesuai yang diinginkan. Sama halnya ketika pengguna mem-blok alamat, selain mucul opsi cut, copy, dan paste, pengguna juga langsung disuguhkan Map untuk membantu navigasi ke alamat tersebut.

Selain dua fitur baru, Google juga meningkatkan mekanisme notifikasi aplikasi melalui notification dots. Kini pengguna bisa melihat notifikasi pada aplikasi cukup dengan memilih ikon aplikasi tersebut.

Kemudahan lain yakni ketika pengguna hendak log-in ke media sosial. Google akan mengisi username dan kata kunci secara otomatis untuk mempermudah proses log-in.

Terakhir, Google ingin memastikan Android O lebih hemat baterai ketimbang suksesornya. Sebagai unsur vital, Google memastikan optimasi sistem operasi dan kinerja baterai saat menjalankan aplikasi secara simultan.

Di sisi lain, CEO Sundar Pichai optimis kemunculan Android O bisa mendorong adopsi perangkat Android di seluruh dunia. Terlebih ia mengumumkan saat ini Android telah diadopsi oleh lebih dari 2 miliar pengguna.

"Saat ini Android telah memiliki 2 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia dan menjadikannya platform computing terbesar," ungkap Pichai.

Meski sudah diumumkan, untuk sementara Android O baru dirilis dalam versi beta. Belum diketahui kapan pembaruan Android O secara resmi tersedia.