Rekor! Harga Satu Keping Bitcoin Capai Rp26,6 Juta

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 07:12 WIB
Rekor! Harga Satu Keping Bitcoin Capai Rp26,6 Juta Serangan virus ransomware WannCrypt melambungkan nilai Bitcoin menjadi Rp26,6 juta. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama bitcoin sempat mengemuka ketika serangan malware WannaCry menyerang Indonesia dan dunia beberapa hari lalu. Nilai bitcoin sendiri kini ternyata sudah mencapai nilai yang fantastis.

Dikabarkan bahwa satu keping bitcoin kini sudah memiliki nilai US$2000 (sekitar Rp26,6juta). Padahal lima tahun lalu harga bitcoin hanya Rp120ribu.

Tingginya nilai bitcoin memang menggiurkan. Meski demikian, penggunaan mata uang digital ini tak lepas dari berbagai kontroversi.

Mulai dari masalah kepercayaan pengguna, masalah regulasi, serta seringnya mata uang ini digunakan dalam kejahatan daring. Sehingga, sangat mengejutkan bagaimana cryptocurrency ini bisa bertahan dan mencapai nilai tinggi seperti sekarang.


Nilai US$2000 untuk satu keping bitcoin adalah rekor tertinggi bitcoin sepanjang sejarah. Selain itu, hal ini juga menjadi refleksi bagaimana kepercayaan mulai tumbuh terhadap cryptocurrency ini. Kepercayaan yang tak terbendung dengan rumitnya regulasi.

Namun, Bitcoin tak sendiri. Saat ini cryptocurrency lain juga bermunculan. Sebut saja Ethereum, Ripple, dan Litecoin. Ini adalah beberapa nama dari sebagian cryptocurrency yang saat ini didominasi oleh Bitcoin. Bahkan kehadiran mereka mulai menggerogoti pangsa pasar Bitcoin.

Bitcoin yang sebelumnya menguasai 80 persen pangsa pasar cryptocurrency kini hanya memiliki 47 persen pangsa pasar dalam beberapa bulan terakhir, demikian ditulis TechCruch.

Hal ini digadang-gadang terjadi lantaran Bitcoin yang semakin besar membuat transaksi semakin lambat. Hal ini diduga membuat pengguna cryptocurrency mencoba mata uang alternatif.

Meski kian mahal, tapi meroketnya nilai Bitcoin ini menimbulkan keraguan. Banyak yang berspekulasi meningkatnya nilai Bitcoin ini lantaran tindakan para spekulan yang menuang uang mereka pada satu mata uang digital.