Daftar Bukti yang Menguak Identitas Pencipta Bitcoin

Marry Marsela, CNN Indonesia | Jumat, 11/12/2015 11:03 WIB
Daftar Bukti yang Menguak Identitas Pencipta Bitcoin Polisi Australia saat menggeledah rumah yang diduga kreator Bitcoin (REUTERS/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengungkapan misteri sosok Satoshi Nakamoto, pencipta uang virtual Bitcoin kini semakin mencapai titik terang. Pasalnya, berbagai bukti yang ada memperkuat dugaan bahwa Craig Steven Wright merupakan tokoh di balik nama samaran tersebut.

Bukti ini semakin terungkap ketika Wright secara perlahan terlihat mengungkapkan identitasnya kepada publik sebagai pendiri mata uang virtual Bitcoin yang dikenal dengan istilah cryptocurrency.

Ketika ditanya tentang keterkaitannya dalam Bitcoin dalam sebuah diskusi panel, Wright yang kala itu melakukan telekonferensi melalui Skype dari London memberikan jawaban secara tersirat yang cukup mengundang banyak pertanyaan.


"Hmm.. Saya telah terlibat di dalamnya untuk waktu yang cukup lama. Saya..," Wright terlihat gagap ketika menjawab pertanyaan moderator, namun ia terlihat memberikan senyuman tipis penuh makna yang seakan menyiratkan bahwa ia ingin berkata 'Saya adalah pencipta Bitcoin'.



Berbagai bukti lainnya juga berhasil didapat dari penelusuran Wired beberapa minggu terakhir. Sejak pertengahan November, seorang sumber anonim membocorkan beberapa dokumen penting Wright.

Sebelum peluncuran kertas putih dan daftar pesan kriptografi Bitcoin dilakukan pada November 2008, Wright telah menuliskan dalam blognya terkait ide untuk membuat 'kertas cryptocurrency' pada Agustus 2008, dengan merujuk pada artikel dari kriptografer Ian Grigg tentang ide yang mirip dengan pembuatan Bitcoin yang ditulis tahun 2005.

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata diketahui Wright memiliki PGP atau 'Pretty Good Privacy', sejenis program untuk enkripsi dan deskripsi data unik yang ternyata terasosiasi dengan alamat email satoshin@vistomail.com. Alamat inilah yang digunakan untuk memperkenalkan Bitcoin melalui daftar email kriptografi.

Wired juga menemukan sebuah posting yang telah dihapus pada blog Wright tertanggal 10 Januari 2009 yang berisikan: “Beta Bitcoin akan aktif besok. Ini masih terdesentralisasi... Kami akan mencobanya sampai berfungsi.”

Bila ditelusuri, 10 Januari 2009 adalah tepat sehari setelah peluncuran Bitcoin. Namun, bila Wright tinggal di timur Australia, postingan ini benar dipublikasi sebelum peluncuran Bitcoin pada tanggal 9 Januari pukul 3 sore waktu standar bagian timur (EST).

Selain postingan pada blognya, ditemukan juga berbagai bocoran email, transkrip, dan formulir akutansi  milik Wright yang semakin memperkuat indikasinya sebagai pencipta Bitcoin. Pada Juni 2008, ditemukan pesan Wright kepada pengacaranya yang terlihat menjadi bukti transaksi Bitcoin yang pertama kali dilakukan.

Wright yang mengaku memiliki gelar master di bidang hukum dan statisktik, serta beberapa gelar dokter ini juga sempat berkirim email dengan analis forensik komputer tepat sebelum peluncuran Bitcoin pada Januari 2009.

Di sisi lain,  Hotwire, salah satu perusahaan yang didirikan Wright dilaporkan menggunakan transaksi Bitcoin. Bisnis startup yang dimulai sejak Juni 2013 tersebut dilaporkan memiliki Bitcoin senilai Rp 316 miliar yang dipegang oleh Wright, di mana jumlah ini merupakan 1,5 persen dari jumlah seluruh Bitcoin yang ada saat itu. Bila dikalkulasi, saat ini nilai Bitcoin tersebut setara dengan Rp 826 miliar.

Dari berbagai dokumen yang berhasil dibocorkan, ditemukan pula sebuah dokumen dari organisasi Tulip Trust, di mana terdapat Bitcoin senilai Rp 15,1 miliar yang ditandatangi David Kleiman, teman lama Wright yang telah meninggal dunia.

Meskipun tertulis bahwa Bitcoin tersebut akan dikunci hingga tahun 2020, namun anehnya dituliskan bahwa Wright memiliki kebebasan untuk meminjam uang virtual tersebut untuk riset dan aktivitas komersial.




Tulip Trust adalah organisasi yang cukup misterius seperti Bitcoin dan diduga mempunyai hubungan kuat dengan sosok pendiri Bitcoin, Satoshi Nakamoto.

Wright yang rumahnya baru-baru ini digeledah oleh pihak kepolisian federal Australia juga diketahui sempat berselisih dengan pemerintah Australia terkait sengketa pajak pada Januari 2014.

Dalam transkrip pertemuan antara Wright dan pegawai pajak yang berhasil dibocorkan, Wright mengungkapkan sesuatu yang begitu mencengangkan.

“Saya telah berusaha melakukan yang terbaik untuk menyembunyikan fakta bahwa saya telah menjalankan Bitcoin sejak 2009. Pada akhirnya, saya rasa nanti separuh dari dunia akan mengetahui hal ini.”

Baru-baru ini, pihak kepolisian Australia pun sempat melakukan penggerebekan di rumah Wright yang terletak di Sydney dan kembali menemukan barang bukti berupa sistem komputer yang masing-masing terhubung tiga sistem daya tambahan.

Meskipun sudah begitu banyak bukti-bukti kuat yang berhasil ditemukan, namun setiap kali berusaha dihubungi oleh Wired, Wright tetap bersikap misterius, dan malah semakin membuat penasaran dunia untuk mengetahui siapakah dia sebenarnya. Sampai saat ini pun belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian Australia yang belum menemukan berhasil menangkap Wright yang diduga menjadi sosok di belakang nama samaran 'Satoshi Nakamoto'.

Semenjak 2 tahun belakangan, Wright juga terlihat lebih aktif menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan Bitcoin pada blognya. Begitu pula banyak kicauannya pada Twitter yang seakan memberikan petunjuk terkait identitas yang selama ini ia sembunyikan, meskipun kini ia mengunci akunnya dan telah menghapus banyak tweet pada awal bulai ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya identitas Craig Steven Wright sebagai pendiri Bitcoin, namun sosoknya cukup meyakinkan dunia internasional bahwa ia adalah seseorang yang jenius dengan berbagai gelar, pebisnis handal, pengagum kebudayaan Jepang, anti-pemerintah yang berselisih paham dengan petugas pajak, serta profesional yang begitu tertarik untuk menciptakan sistem keuangan virtual seperti Bitcoin.

(tyo)