Iklan yang Mengganggu Akan Diblok di Chrome
CNN Indonesia
Senin, 05 Jun 2017 09:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mulai tahun depan, Google Chrome akan mengeblok otomatis iklan-iklan yang dinilai mengganggu. Jadi, jika sebuah situs menampilkan iklan yang masuk kategori mengganggu pengguna, maka seluruh iklan yang ada di situs itu akan diblokir oleh Google Chrome.
Kategori mengganggu ini mengacu pada definisi yang dibuat oleh Koalisi untuk Iklan yang Lebih Baik (the Coalition for Better Ads). Ini adalah koalisi industri dimana keanggotaannya terdaftar. Termasuk grup dagang iklan digital dunia, Biro Iklan Interaktif (Interactive Advertising Bureau).
Kategori iklan
Terdapat empat tipe iklan desktop dan delapan iklan mobile yang masuk daftar hitam koalisi tersebut. Sebab, iklan-iklan ini menjemukan konsumen.
Diantaranya video yang memutar otomatis dengan suara, iklan yang mengambil alih layar pengguna dan mengharuskan pengguna menunggu hingga mereka hilang sendiri, juga iklan mobile animasi dan flash.
Langkah ini disebutkan Google untuk membersihkan web. Hal ini dinilai Google sebagai langkah win-win untuk konsumen dan penerbit yang ingin melakukan hal yang benar.
Berdamai dengan Ad Blocker
"Terdapat sejumlah iklan yang muncul di web dan mengganggu pengguna," jelas Scott Spencer, Direct of Product Management at Google, kepada Business Insider. "Iklan ini adalah terburuk dari yang buruk. Sehingga mendorong orang untuk menggunakan ad blocker," tambahnya.
Seperti kita tahu, penggunaan ad blocker ini telah membuat sejumlah penerbit di Amerika Serikat kelabakan karena mereka kehilangan pemasukan iklan. Google menyebut fitur baruya ini sebagai filter alih-alih ad blocker.
“Ad blocking adalah ancaman untuk ekosistem ini," lanjutnya lagi. “Fitur ini membahayakan penerbit yang baik. Google tidak akan ada tanpa web yang terbuka. Sehingga, dalam hal ini, kami meluruskan insentif."
Kontraproduktif?
Langkah Google untuk memasang filter iklan ini sepertinya kontraproduktif dengan bisnis iklan miliknya. Sebab, selama ini, iklan telah menyumbang 88 persen pemasukan perusahaan induk Google, Alphabet Inc. Total pemasukan Google tahun lalu adalah US$90 miliar, demikian dilaporkan The Wall Street Journal.
Sebagian besar situs Google tidak akan terpengaruh oleh perangkat baru ini. Namun, kemungkinan akan berpengaruh pada penerbit lain yang mendapat masukan dari Google Ads. Mereka mungkin mesti mengurangi sebagian dari inventori iklan mereka, jelas Scott.
Google memberikan waktu enam bulan kepada para penerbit untuk menyesuaikan web mereka dengan fitur baru Chrome ini.
Kategori mengganggu ini mengacu pada definisi yang dibuat oleh Koalisi untuk Iklan yang Lebih Baik (the Coalition for Better Ads). Ini adalah koalisi industri dimana keanggotaannya terdaftar. Termasuk grup dagang iklan digital dunia, Biro Iklan Interaktif (Interactive Advertising Bureau).
Kategori iklan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantaranya video yang memutar otomatis dengan suara, iklan yang mengambil alih layar pengguna dan mengharuskan pengguna menunggu hingga mereka hilang sendiri, juga iklan mobile animasi dan flash.
Berdamai dengan Ad Blocker
"Terdapat sejumlah iklan yang muncul di web dan mengganggu pengguna," jelas Scott Spencer, Direct of Product Management at Google, kepada Business Insider. "Iklan ini adalah terburuk dari yang buruk. Sehingga mendorong orang untuk menggunakan ad blocker," tambahnya.
Lihat juga:Microsoft Edge Kalah Telak Oleh Chrome |
Seperti kita tahu, penggunaan ad blocker ini telah membuat sejumlah penerbit di Amerika Serikat kelabakan karena mereka kehilangan pemasukan iklan. Google menyebut fitur baruya ini sebagai filter alih-alih ad blocker.
“Ad blocking adalah ancaman untuk ekosistem ini," lanjutnya lagi. “Fitur ini membahayakan penerbit yang baik. Google tidak akan ada tanpa web yang terbuka. Sehingga, dalam hal ini, kami meluruskan insentif."
Kontraproduktif?
Langkah Google untuk memasang filter iklan ini sepertinya kontraproduktif dengan bisnis iklan miliknya. Sebab, selama ini, iklan telah menyumbang 88 persen pemasukan perusahaan induk Google, Alphabet Inc. Total pemasukan Google tahun lalu adalah US$90 miliar, demikian dilaporkan The Wall Street Journal.
Sebagian besar situs Google tidak akan terpengaruh oleh perangkat baru ini. Namun, kemungkinan akan berpengaruh pada penerbit lain yang mendapat masukan dari Google Ads. Mereka mungkin mesti mengurangi sebagian dari inventori iklan mereka, jelas Scott.
Google memberikan waktu enam bulan kepada para penerbit untuk menyesuaikan web mereka dengan fitur baru Chrome ini.