"Microsoft memelihara hubungan yang erat dengan IT perusahaan," jelas David Michael Smith, seorang analis Gartner, seperti dilansir ComputerWorld. "Kebanyakan perusahaan masih memiliki peramban standar, dan biasanya peramban itu bawaan dari Microsoft. Namun, belakangan kami menemukan orang-orang lebih menggunakan Chrome dari IE (Internet Explorer) 11."
Dulu, perusahaan membuat aplikasi dan web mereka erat kaitannya dengan Internet Explorer. "Banyak aplikasi perusahaan yang hanya bisa berjalan di Internet Explorer, karena aplikasi tersebut menggunakan plug-ins," terang Smith. Ia lantas mencontohkan Adobe Flash, Java dan Microsoft Silverlight. "Apapun yang memerlukan kontl ActiveX membutuhkan IE."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, banyak bisnis yang mengadopsi strategi peramban ganda. Peramban lama tetap digunakan untuk membuka situs, layanan, dan aplikasi web "jadul". Tapi, perusahaan juga menyediakan peramban lain untuk mengakses hal-hal lain. Dengan demikian, Internet Explorer tetap memainkan peran legendarisnya selama ini.
Namun, Smith percaya Edge tidak akan sepopuler Chrome, meskipun Windows 10 telah banyak digunakan diberbagai komputer korporat dalam beberapa waktu ke depan. April lalu, vendor analitik Net Applications memperkirakan pangsa pasar Chrome secara global mencapai 59 persen. Sementara IE+Edge hanya 24 saja. Padahal tahun sebelumnya keduanya bersaing ketat diangka 41 persen.