Protes #BoikotIndosat, Indosat Beri Penjelasan

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 06/06/2017 12:46 WIB
Protes #BoikotIndosat, Indosat Beri Penjelasan Karyawan Indosat diprotes lantaran mengeposkan cuitan yang dinilai meresahkan. Isu bergulir di media sosial kalau Indosat telah memecat si karyawan. Indosat pun memberi klarifikasi (dok. CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Indosat Ooredoo buka suara menanggapi aksi #BoikotIndosat yang bergaung di Twitter. Mereka membantah tuduhan soal pemecatan pegawainya.

Deva Rachman, Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, menampik dugaan ada seorang karyawan di tempatnya dipecat karena menuliskan pandangan politiknya di media sosial.

"Tidak dipecat, itu sama sekali tidak benar," kata Deva melalui telepon pada Senin (5/6).


Alih-alih memecat sang karyawan, Deva mengaku Indosat memberikan peringatan berupa teguran langsung. Teguran diberikan karena status yang dipermasalahkan dianggap tidak sesuai dengan peraturan perusahaan dalam beraktivitas di media sosial.



Menurut manajemen Indosat, status yang dibuat sang karyawan bernama Rycko M. Ferajab di Facebook melanggar pedoman internal yang sudah disepakati kedua belah pihak dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

"Jadi ini masuk ke dalam menyebarkan konten bersifat provokatif," imbuh Deva.

Dalam pedoman yang Indosat pakai, Deva menyebut perusahaan melarang pegawai yang konten negatif yang bernada provokatif ataupun hasutan di media sosial mana pun.

Rycko menjadi pusat dalam kasus ini setelah ia menuliskan status di Facebook yang merupakan dukungan terhadap aksi politik pimpinan Rizieq Shihab. Status itu kemudian menuai beragam komentar pro-kontra hingga akhirnya diadukan oleh seseorang ke manajemen Indosat dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli melalui Twitter.

Menerima laporan itu, manajemen Indosat segera menindaknya dengan memanggil Rycko dan memberikan teguran. Tak lama, akun Facebook milik Rycko tak lagi bisa diakses.


"Penyampaian pendapat dan aspirasi politik oleh pegawai Indosat Ooredoo di sosial media merupakan hak dan tanggung jawab individu bersangkutan, serta tidak ada kaitannya dengan sikap perusahaan," bunyi pernyataan resmi manajemen Indosat.

Tak terima hal itu, netizen yang mendukung pandangan politik Rycko beramai-ramai menggaungkan topik #BoikotIndosat di Twitter. Sebagian besar tweet di topik itu menghujat Indosat dan mengembuskan isu bahwa Rycko sudah dipecat akibat pandangan politiknya.