Subdomain Indosat Ooredoo yang Diretas Dikelola Pihak Kedua

Abraham Utama, CNN Indonesia | Sabtu, 29/04/2017 16:23 WIB
Subdomain Indosat Ooredoo yang Diretas Dikelola Pihak Kedua Saat peretasan subdomain Indosat Ooredoo terjadi, evaluasi prosedur dan aturan penggunaan situs subdomain yang menggunakan nama Indosat Ooredoo sedang dilakukan. (CNNIndonesia/susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan telekomunikasi digital Indosat Ooredoo tidak mengelola secara langsung subdomain situs yang diretas hacker, Sabtu (29/4). Mereka menyebut situs arena.indosatooredoo.com itu juga sudah lama tidak aktif.

"Subdomain tersebut dimiliki dan dikelola oleh partner kami," ujar Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Deva Rachman melalui keterangan tertulis.

Deva menuturkan, ketika peretasan itu terjadi, perusahaannya sedang mengevaluasi prosedur dan pengaturan penggunaan situs subdomain yang menggunakan nama Indosat Ooredoo.


Sejumlah situs microsite partner berkonten promosi lama Indosat Ooredoo yang tidak lagi aktif dan tak relevan, kata Deva, masuk dalam evaluasi tersebut.
Deva mengatakan, Indosat Ooredoo telah melakukan sejumlah antisipasi untuk melindungi seluruh perangkat situs, baik yang dikelola secara langsung maupun yang dijalankan sejumlah anak perusahaan mereka.

Keputusan tersebut diambil menyusul sejumlah peretasan situs perusahaan telekomunikasi digital beberapa waktu terakhir. "Kami bekerja sama dengan para partner agar situs mereka juga dalam keadaan aman," ucap Deva.

Situs Indosat Ooredoo Yang Diretas Dikelola Pihak KeduaTampilan subdomain situs Indosat Ooredoo pada laman Google ketika diretas. Subdomain ini dikelola oleh pihak kedua. (Foto: google.co.id)
Lebih dari itu, Deva menyebut peretasan situs beberapa perusahan telekomunikasi digital telah mencapai kondisi yang memprihatinkan. Menurutnya, beragam peretasan itu menganggu industri digital Indonesia.

Indosat Ooredoo mendorong publik menggunakan internet secara bijak dan untuk kegiatan positif. Selain itu, kata Deva, seluruh pihak bertanggung jawab memenuhi tuntutan masyarakat tentang pemerataan akses internet.