Gara-gara Rasis di Facebook, Harvard Tolak 10 Calon Mahasiswa

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 07/06/2017 07:06 WIB
Gara-gara Rasis di Facebook, Harvard Tolak 10 Calon Mahasiswa Sepuluh calon mahasiswa Harvard kena batunya gara-gara hal yang mereka bagi di media sosial (dok. REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Idiom "jarimu adalah harimaumu" yang belakangan makin semarak seiring penggunaan media sosial kembali memakan korban. Kali ini, sepuluh calon mahasiswa Harvard yang kena batunya. Mereka batal berkuliah di kampus bergengsi itu gara-gara kelakuan mereka di media sosial yang dinilai melampaui batas.

Universitas Harvard baru saja membatalkan penerimaan 10 mahasiswa baru di kampusnya. Mereka sejatinya telah diterima masuk Harvard tahun ini dan semestinya lulus menjadi angkatan 2021. Namun, Harvard meralat putusan bagi ke-10 mahasiswa itu. Sebab, mereka terlibat dalam pembuatan dan penyebaran konten negatif di Facebook.
Berdasarkan laporan The Harvard Crimson, kejadian itu bermula ketika pihak kampus mengetahui keberadaan sebuah grup chat di Facebook. Grup chat ini diadukan oleh dua mahasiswa baru lainnya pada Desember tahun lalu.
Masalah muncul karena konten yang berseliweran di dalam grup itu melampaui batas lelucon. Sejumlah meme dan gambar di grup itu menampilkan konten seperti pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak, serta kebencian rasial dan etnis.
Setelah pihak kampus memperoleh screenshot, pihak Harvard segera mencabut penawaran kuliah kepada 10 calon mahasiswanya. Padahal secara akademik, mereka dianggap berpotensi.
Sebelumnya Harvard meminta kepada calon mahasiswa itu untuk membuka semua gambar yang mereka kirim ke grup tersebut dan menjelaskan maksud atas semuanya. Setelah pertimbangan dibuat, komite Harvard mencabut penerimaan 10 calon mahasiswa itu.
"Kami tidak mengomentari status penerimaan individu secara terbuka," ujar juru bicara Harvard, Rachael Dane.

Masih menurut The Harvard Crimson, kejadian ini adalah kedua kalinya Harvard menghadapi calon mahasiswa baru yang terlibat dalam kasus penyebaran konten negatif di sebuah grup online.
Keputusan Harvard mencabut undangannya kepada 10 calon mahasiswa itu diapresiasi oleh mahasiswa Harvard lainnya. 
"Saya menghargai humor, tapi ada banyak topik yang seharusnya tidak dijadikan bahan candaan," ujar Jessica Zhang, seorang mahasiswa baru Harvard. Jessica juga berada di grup chat Facebook yang dipermasalahkan itu, namun tidak terlibat dalam percakapannya. Sehingga, ia tak dihukum oleh Harvard.
Amerika sendiri tercatat sebagai negara yang cukup ketat dalam mengawasi akun media sosial warganya. Baru-baru ini pemerintah AS juga mengesahkan peraturan bahwa mereka yang ingin menginjakkan kaki di AS wajib menunjukkan akun media sosialnya sebagai bagian dari pengecekan identitas.