Menariknya, kali ini NASA justru berencana meluncurkan roket yang berbeda dari sebelumnya.
Roket bernama Terrier-Improved Malemute rencananya diciptakan untuk bisa menghasilkan awan beranak dan membuat langit tampak berwarna-warni. Bukan sekedar membuat langit tampak lebih indah, NASA justru memiliki tujuan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan kimia inilah yang akan memunculkan warna hijau dan merah ketika dilihat dari daratan. NASA menyebut langit warna-warni ini nantinya bisa dilihat dengan kasat mata di sepanjang Pantai Timur, AS.
Bahan kimia yang dilepaskan ke awan nantinya akan bergerak di atmosfer bagian atas. Partikel yang tercampur antara awan dan bahan kimia akan membantu peneliti mempelajari aurora dan bagian atmosfer yang bermuatan listrik dan kaitannya dengan radiasi matahari dan kosmik.
Hanya yang membedakan, kembang api melepaskan lebih banyak gas ketimbang roket NASA tersebut. Untuk mempelajari pergerakan zat kimia kabarnya NASA telah mengerahkan alat pelacak uap ketika memasuki ruang sub orbital.
Rencananya, roket tersebut akan membawa 10 tabung dengan masing-masing berukuran sebesar kaleng soda. Tabung kimia tersebut akan dilepaskan 4 hingga 5,5 menit setelah roket diluncurkan.
Awan warna-warni yang mereka ciptakan nantinya akan memberi isyarat visual bagi periset untuk mulai melacak pergerakan partikel pada ketinggian tertentu dan menguji apakah model gerakan partikel itu sudah benar.
Mengutip The Verge, tabung zat kimia tersebut akan melepaskan pelacak saat berada di ketinggian 96 hingga 124 mil. Jika kondisi langit cerah, roket in akan meluncur Selasa (13/6) malam waktu setempat dan pemandangan awan warna-warni bisa dilihat hingga ke New York dan North Carolina.