Roket Terbaru NASA Ingin Buat Langit Tampak Warna-warni

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 14/06/2017 07:07 WIB
NASA berencana meluncurkan roket berisi zat kimia yang bisa membuat langit tampak warna-warni dengan tujuan untuk mempelajari ionosfer dan aurora. Ilustrasi peluncuran roket. (Foto: Roscosmos/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi cuaca yan buruk saat peluncuran roket menuju stasiun luar angkasa (ISS) mendorong NASA untuk mencetuskan ide baru. Terlebih kendala cuaca hingga kini masih menjadi penghalang utama molornya peluncuran sejumlah misi ke luar angkasa.

Menariknya, kali ini NASA justru berencana meluncurkan roket yang berbeda dari sebelumnya.

Roket bernama Terrier-Improved Malemute rencananya diciptakan untuk bisa menghasilkan awan beranak dan membuat langit tampak berwarna-warni. Bukan sekedar membuat langit tampak lebih indah, NASA justru memiliki tujuan lain.


Peluncuran roket tersebut tak lain untuk mempelajari ionosfer dan aurora Bumi. Sistem kerjanya, sesaat setelah diluncurkan roket akan melepaskan tabung berisi bahan kimia.

Kandungan kimia inilah yang akan memunculkan warna hijau dan merah ketika dilihat dari daratan. NASA menyebut langit warna-warni ini nantinya bisa dilihat dengan kasat mata di sepanjang Pantai Timur, AS.

Bahan kimia yang dilepaskan ke awan nantinya akan bergerak di atmosfer bagian atas. Partikel yang tercampur antara awan dan bahan kimia akan membantu peneliti mempelajari aurora dan bagian atmosfer yang bermuatan listrik dan kaitannya dengan radiasi matahari dan kosmik.

Meski menggunakan bahan kimia, NASA memastikan kandungan yang dilepaskan nantinya tidak beracun dan aman bagi kesehatan. Campuran aluminium barium, litium, dan tri-metil merupakan bahan baku yang sama seperti yang digunakan pada kembang api.

Hanya yang membedakan, kembang api melepaskan lebih banyak gas ketimbang roket NASA tersebut. Untuk mempelajari pergerakan zat kimia kabarnya NASA telah mengerahkan alat pelacak uap ketika memasuki ruang sub orbital.

Rencananya, roket tersebut akan membawa 10 tabung dengan masing-masing berukuran sebesar kaleng soda. Tabung kimia tersebut akan dilepaskan 4 hingga 5,5 menit setelah roket diluncurkan.

Awan warna-warni yang mereka ciptakan nantinya akan memberi isyarat visual bagi periset untuk mulai melacak pergerakan partikel pada ketinggian tertentu dan menguji apakah model gerakan partikel itu sudah benar.

Mengutip The Verge, tabung zat kimia tersebut akan melepaskan pelacak saat berada di ketinggian 96 hingga 124 mil. Jika kondisi langit cerah, roket in akan meluncur Selasa (13/6) malam waktu setempat dan pemandangan awan warna-warni bisa dilihat hingga ke New York dan North Carolina.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK