Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal New Space, Musk mengeksplorasi kemungkinan memperluas peradaban manusia sebagai makluk multi-planetary di Mars. Dia memaparkan sistem arsistektur yang dibutuhkan untuk mengangkut manusia dari Bumi ke Mars dengan harga yang lebih murah, antara US$100 ribu-200 ribu (sekira Rp1,3 miliar hingga RP2,6 miliar) per orang.
Pengurangan harga tersebut memang tidak mudah dan merupakan tantangan bagi seluruh tim dan peneliti SpaceX.
Lihat juga:Simulasi Hidup di Planet Mars |
"Berbicara tentang arsitektur SpaceX di Mars, saya ingin membuatnya tampak mungkin [dicapai] - membuatnya tampak seolah-olah [menghuni Mars] adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dalam hidup kita. Benar-benar ada cara agar setiap orang bisa pergi jika mereka menginginkannya," kata Musk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku memang tidak bisa meramal kiamat namun berdasarkan sejarah, akan ada momen semacam itu," tulis salah satu orang terkaya dunia tersebut.
Kendati demikian, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa radiasi di Mars rupanya lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Masih banyak hal yang perlu diteliti oleh manusia sebelum mengirim peradaban ke Planet Merah.
Studi berjudul "Making Humanity a Multi-Planetary Species" itu secara detil membahas metode yang bisa ditempuh untuk ke Mars, bagaimana membangun pesawat luar angkasa ke sana, jalur mana yang akan diambil dan sebagainya. Jika berjalan sesuai rencana, kemungkinan penerbangan pertama akan dilakukan pada 2023.
Untuk mewujudkan mimpi sosok visioner ini, Business Insider mencatat bahwa SpaceX telah memulai proses perekrutan 473 posisi sejak Maret 2017. Banyak posisi yang dibuka dan berfokus pada misi eksplorasi Mars.