Elon Musk Jabarkan Rencana Bangun Koloni di Mars

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 17:50 WIB
Elon Musk memutuskan untuk memangkas biaya perjalanan ke Mars menjadi Rp1,3 miliar. Ia juga merumuskan sejumlah rencana sebelum mulai membangun koloni di Mars. Elon Musk mulai menjabarkan visinya membangun koloni di Mars. (Foto: NASA/Clouds AO/SEArch)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO SpaceX, Elon Musk, optimis bahwa manusia mampu membuat koloni di Mars dalam waktu 5-10 tahun ke depan. Musk telah menuliskan visinya untuk membangun kota yang berkelanjutan di Planet Merah.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal New Space, Musk mengeksplorasi kemungkinan memperluas peradaban manusia sebagai makluk multi-planetary di Mars. Dia memaparkan sistem arsistektur yang dibutuhkan untuk mengangkut manusia dari Bumi ke Mars dengan harga yang lebih murah, antara US$100 ribu-200 ribu (sekira Rp1,3 miliar hingga RP2,6 miliar) per orang.

Pengurangan harga tersebut memang tidak mudah dan merupakan tantangan bagi seluruh tim dan peneliti SpaceX.

"Berbicara tentang arsitektur SpaceX di Mars, saya ingin membuatnya tampak mungkin [dicapai] - membuatnya tampak seolah-olah [menghuni Mars] adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dalam hidup kita. Benar-benar ada cara agar setiap orang bisa pergi jika mereka menginginkannya," kata Musk.


Rencananya untuk membangun koloni di Mars adalah sebagai rencana "cadangan" ketika Bumi menemui akhirnya. Pria yang dianggap sebagai Iron Man dunia nyata ini meyakini adanya kiamat meski dia tidak tahu kapan.

"Aku memang tidak bisa meramal kiamat namun berdasarkan sejarah, akan ada momen semacam itu," tulis salah satu orang terkaya dunia tersebut.

Alasannya memilih Mars sebagai tujuan utama adalah karena Planet Merah memiliki banyak kesamaan dengan Bumi. Sumber daya alamnya kaya dan paling mungkin ditinggali hingga saat ini.

Kendati demikian, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa radiasi di Mars rupanya lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Masih banyak hal yang perlu diteliti oleh manusia sebelum mengirim peradaban ke Planet Merah.

Studi berjudul "Making Humanity a Multi-Planetary Species" itu secara detil membahas metode yang bisa ditempuh untuk ke Mars, bagaimana membangun pesawat luar angkasa ke sana, jalur mana yang akan diambil dan sebagainya. Jika berjalan sesuai rencana, kemungkinan penerbangan pertama akan dilakukan pada 2023.

Untuk mewujudkan mimpi sosok visioner ini, Business Insider mencatat bahwa SpaceX telah memulai proses perekrutan 473 posisi sejak Maret 2017. Banyak posisi yang dibuka dan berfokus pada misi eksplorasi Mars.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK