"Sebagai antisipasi meluasnya insiden, pada Senin (3/7) mendatang, Id-SIRTII/CC telah menyusun langkah-langkah untuk pencegahan dan mitigasi ransomware tersebut," bunyi pengumuman di laman Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (Id-SIRTII/CC), dikutip Minggu (2/7).
Langkah yang dimaksud adalah mengantisipasi ransomware berbahaya dengan menonaktifkan sementara LAN/Hotspot dan melakukan back-up data ke penyimpanan yang terpisah. Kominfo meminta langkah-langkah ini perlu diketahui dan dijalankan oleh seluruh divisi TI kementerian dan lembaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan sistem operasi asli dan update berkala untuk menghindari Petya. Pasang antivirus dan update berkala juga diperlukan. Selain itu, pengguna internet juga diminta memasang password yang aman dan menggantinya secara berkala.
Serangan virus Petya paling banyak terjadi di Ukraina, kawasan Eropa Timur, dan Asia Selatan. India dilaporkan menjadi negara yang paling banyak menjadi korban virus tersebut.