Rumor Google Mau Beli Snap, Dongkrak Saham yang Terpuruk

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 07:27 WIB
Dua kali sudah Snap menolak tawaran pembelian Google. Sebelumnya, Snap juga menolak timangan Facebook. Rumor soal Google sempat mau beli Snapchat, dongkrak saham Snap yang terus lesu belakangan ini (dok. Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua kali sudah Snap, perusahaan induk Snapchat, menolak tawaran Google untuk membeli perusahaan itu. Awal tawaran diajukan pada tahun 2013 sebesar US$4 miliar. Tawaran kedua kabarnya dilayangkan awal tahun lalu sebesar US$30 miliar. Namun, Snap yang saat itu tengah berambisi melakukan IPO lagi-lagi menolak tawaran itu.  

Hal ini berdasarkan keterangan yang diperoleh Business Insider dari orang dalam Snap. Menurutnya kabar soal tawaran pembelian dari Google ini sudah menjadi rahasia umum bagi petinggi Snap. 
Namun, saat dimintai komentar, perwakilan Snapchat menyatakan bahwa rumor tersebut salah. Google juga menolak untuk memberikan komentar mengenai hal tersebut.

Awal dari penawaran Google ini diduga terjadi sebelum Snap mengumpulkan dana investasi seri F. Pada Mei 2016, Snap berhasil mengumpulkan investasi US$20 miliar dari CapitalG. CapitalG sendiri adalah investor tahap pertumbuhan (growth-stage investor) milik Google.


Terus melemah

Pemberitaan ini rupanya berhasil mendongkrak harga saham Snap yang valuasi dan nilai sahamnya terus melemah. Pemberitaan ini sempat menguatkan saham Snap 2,3 persen seperti diberitakan TechCrunch.

Saham Snap saat ini diperdagangkan diangka US$ 12,5 dengan nilai pasar US$14 milyar. Angka ini jauh dibawah nilai valuasi Snap ketika perusahaan itu melakukan IPO sebesar US$24 milyar. 

Dengan kondisinya saat ini, Snap dianggap telah melewatkan kesempatan emas menjual sahamnya ke Google. Padahal, keahlian dan koneksi periklanan Google dapat meningkatkan pendapatan iklan Snapchat.

Snap terus terpuruk setelah Facebook mencontek fitur Story khas Snapchat. Facebook menaruh fitur kloning ini di semua layanan miliknya; Instagram, Whatsapp, hingga Facebook sendiri. Mereka bahkan berhasil memonetisasi fitur tersebut ketimbang Snap sendiri. 

Kabarnya, Facebook juga sempat akan membeli Snap di masa-masa awalnya. Google maju menawarkan tawaran pembelian setelah tawaran Facebook ditolak mentah-mentah oleh CEO Snap, Evan Spiegel.

Google dan medsos

Perjanjian antara Snapchat dan Google dianggap sebagai hal yang wajar. Ke dua perusahaan tersebut sudah memiliki hubungan yang dekat. Pemimpin Alphabet dari Google Eric Schmidt merupakan penasihat dari CEO Snapchat Evan Spiegel. Snapchat juga merupakan konsumer terbesar dari Google Cloud dan pengguna rangkaian aplikasi Google dalam urusan kantornya.

Google memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan produk jaringan sosial, seperti Google+, Google Buzz, dan Wave Flops. Namun, penawaran sebesar US$ 4 miliar yang sempat diajukan kepada Snap pada 2013 juga ditolak. Seiring dengan penawaran CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk membeli Snap yang juga ditolak oleh Spiegel.  

Dengan bergabungnya ke dua perusahaan tersebut, ke duanya dapat menyelelaraskan upaya perangkat keras Google Glass dan Snap Spectacles untuk membangun perangkat AR yang hebat. Namun, budaya Google yang terbuka dapat berbenturan dengan budaya tertutup yang dirancang oleh Snap.

Dilansir TechCrunch, investor yang ingin menawar senilai US$30 miliar pada Snap, mereka tidak dapat memaksa melakukannya. Dikarenakan Spiegel dan salah satu pendiri Bobby Murphy telah menyatukan hak suara Snap untuk memberikan hak suara penuh dan menyangkal pendapat publik.