Satelit Terganggu, Telkom Klaim Data Masyarakat Aman

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 28/08/2017 19:06 WIB
Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga mengklaim data masyarakat tak akan bocor meski ada gangguan pada satelit Telkom-1. Ilustrasi: Telkom mengklaim meskipun satelit Telkom-1 bermasalah, tapi data masyarakat aman dari kebocoran. (Foto: WikiImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluhan mengenai terganggunya layanan satelit Telkom 1 mulai mengalir sejak Jumat (25/8). Masalah itu di antaranya berimbas pada layanan siaran televisi nasional dan anjungan tunai mandiri (ATM).

Masyarakat mungkin bertanya-tanya apakah gangguan anomali satelit Telkom 1 juga akan mengganggu keamanan data pelanggan. Direktur Utama Telkom Indonesia, Alex J. Sinaga menegaskan bahwa transponder tidak bisa digunakan untuk menggali data sehingga tak perlu ada kekhawatiran mengenai hal tersebut.

Keluhan mengenai terganggunya layanan satelit Telkom 1 mulai mengalir sejak Jumat (25/8). Masalah itu di antaranya berimbas pada layanan siaran televisi nasional dan anjungan tunai mandiri (ATM).


"Mengenai keamanan data, Telkom-1 ini di dalam ICT termasuk hub atau perantara fungsinya hanya menghubungkan saja, sehingga keamanan data ada di sisi database kita. Ambil data dari transponder tentu nggak bisa," kata Alex.

Dia juga mengatakan bahwa setiap pelanggan satelit Telkom-1 sudah memiliki firewall sendiri untuk melindungi data mereka begitu transponder mengalami gangguan.

"Saya yakin mereka [pelanggan] sudah punya firewall. Secara fungsi satelit ini tidak ada beda dengan kabel. Hanya bedanya dia nirkabel dan bisa menjangkau hampir di mana saja di Indonesia karena dari atas,” terang Alex.

Sejauh ini, Telkom dan Lockheed Martin selaku pabrikan satelit Telkom-1 sedang menjalankan prosedur untuk mengetahui kondisi satelit secara komprehensif. Selama bertahun-tahun, kedua belah pihak telah bekerja sama untuk memantau kondsi Telkom-1.

Tidak menutup kemungkinan satelit tersebut tidak dapat digunakan lagi secara normal.

"Pengendali satelit Telkom-1 berada di Cibinong, tetapi kita juga punya kontak dengan pabrikan Lockheed Martin ini selama beroperasi satelit ini kita sebut kontraknya technical assistance, sehingga mereka ikut memonitor dan jika ada hal-hal yang menurut kita berbahaya maka otomatis kita bisa langsung sampaikan lalu mereka akan menganalisis untuk memberikan masukan apa yg harus kita lakukan. Kesehariannya seperti itu," beber Alex.

Pada hasil evaluasi dan konsultasi dengan Lockheed Martin di 2014 dan 2016, satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal paling tidak hingga 2019. Satelit tersebut berkontribusi sebesar 0,6 persen dari total pendapatan Telkom Group sehingga satelit itu diasuransikan ke Jasindo.

Menilik pada hasil evaluasi kedua belah pihak, tidak menutup kemungkinan jika satelit Telkom-1 berpeluang untuk tidak dapat digunakan lagi secara normal. Keputusan mengenai masih bisa digunakan atau tidaknya satelit ini masih akan diambil 2-3 hari ke depan, sementara proses pemulihan dan repointing transponder hingga Senin (28/8) disebut baru mencapai 17 persen.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK