Robot NASA Akan Gali Isi Perut Mars Tahun Depan

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 09:14 WIB
Robot NASA Akan Gali Isi Perut Mars Tahun Depan Ilustrasi: Miss jelajah Mars (Foto: NASA/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- National Aeronautics and Space Administration (NASA) sedang mempersiapkan misi lanjutan mengarungi Mars. Kali ini NASA berencana mengintip proses terbentuknya Mars dengan wahana baru mereka.

Dari laman resminya, NASA diketahui sedang berusaha menyelesaikan produksi wahana antariksa baru bernama InSight. InSight ini akan jadi andalan NASA untuk mengetahui proses terbentuknya planet berbatu itu. 

"Karena perubahan interior Mars terbilang sedikit ketimbang Bumi dalam kurun tiga ratus miliar tahun belakangan, Mars kemungkinan menyimpan bukti lebih baik soal kelahiran planet berbatu," ujar Bruce Banerdt dari NASA seperti dikutip dari situs NASA.


Penerbangan wahana InSight sendiri baru akan dilakukan awal Mei 2018. Sisa waktu hampir setahun ini, dimanfaatkan oleh tim NASA untuk menyempurnakan kemampuan wahana.

Misi InSight akan jadi misi perdana yang akan berfokus pada isi perut Mars. Sebab pada dasarnya tujuan dari misi kali ini adalah menguak asal-usul planet berbatu seperti Mars dan Bumi.

Untuk mencatat segala informasi mengenai Mars, NASA membekali InSight dengan berbagai peralatan canggih. Misal, seismometer untuk mencatat gelombang seismik, sensor panas untuk menggali perut Mars hingga kedalaman tiga meter, serta transmisi radio guna menjaga komunikasi wahana dari Mars ke Bumi.

"Pendaratan sudah sempurna dan instrumen sudah terpasang ke wahana jadi kami bisa memberi sentuhan akhir dengan pengujian akustik, pelepasan instrumen, dan keseimbangan panas," ucap Stu Spath dari Lockheed Martin Space Systems yang memproduksi InSight.


Sejatinya misi ini dijadwalkan meluncur pada Maret 2016 lalu. Namun kebocoran sensor utama seismograf memaksa tim InSight memundurkan jadwalnya.

Dengan hadirnya InSight, NASA akan memiliki tiga robot penjelajah di Planet Merah itu. Saat ini NASA punya dua robot yang masih aktif menjelajah Mars yakni Opportunity dan Curiosity. Misi InSight ini juga bagian dari misi besar NASA untuk mengirim manusia ke Mars pada 2030 nanti.