Ia memulai karir di Intel pada tahun 1974. Karirnya terus berkembang seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan dan mengantarkannya sebagai CEO di tahun 2005 hingga pertengahan 2013.
Otellini bergabung dengan Intel tahun 1974 dan memegang jabatan eksekutif di bidang penjualan, pemasaran, dan arsitektur cip, termasuk menjadi Chief Operating Officer (COO) dan presiden perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Samsung Bakal Pasok Cip ke iPhone 8? |
Sejumlah langkah strategis berimbas pada kemajuan teknologi dan keuangan perusahaan selama delapan tahun terakhir.
"Kami sangat kehilangan atas meninggalnya Paul. Dia mewakili suara pelanggan untuk menjembatani dengan para engineer, dia juga mengajarkan kami bahwa sangat penting mengutamakan pelanggan," ujar CEO Brian Krzanich dalam keterangan resmi seperti dilansir IBTimes.
Melalui akun Twitter perusahaan, Intel juga mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian Otellini.
[Gambas:Twitter]
Di bawah tangan dinginnya, Intel berhasil mengantongi pendapatan lebih tinggi selama 45 tahun terakhir. Sebelum ia menanggalkan jabatan sebagai CEO, Intel memperoleh pendapatan US$34 miliar dari penjualan dan meningkat menjadi US$53 miliar di awal 2012.
"Ketajaman, optimisme, dan dedikasi Paul mendorong pertumbuhan kami sepanjang masa jabatannya sebagai CEO," kata Andy Bryant, chairman Intel. "Sikap disiplin dan kerendahan hati yang tak kenal lelah merupakan pilar kepemimpinannya yang menjadi nilai perusahaan sampai hari ini."
Otellini memilih pensiun usai menangalkan jabatan sebagai CEO di pertengahan 2013.
Ia kemudian aktif di organisasi amal dan membimbing anak muda di bidang teknologi. Otellini meninggalkan istri Sandy serta dua anak Patrick dan Alexis.