Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korps Lalu Lintas Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Aldo Siahaan mengatakan, sedikitnya ada 10 poin di balik penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik pengendara roda empat maupun dua.
"Pertama, pengemudi tidak fokus di jalan. Berkendara sambil kirim SMS, makan, dan minum. Mereka sudah tahu hal itu berbahaya, tapi tetap dilakukan," kata Aldo saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara alasa kelima yakni pengemudi remaja kerap masih labil dan tidak bisa mengendalikan emosi. "Pengemudi remaja biasanya masih labil. Bahkan kadang ketika sedang galau, mereka malah mengemudi," ucapnya.
Padahal, mengemudi membutuhkan fokus terhadap lingkungan yang terjadi di sekeliling. Alasan keenam menurutnya yakni kebiasaan nekat melawan arus.
Alasan yang paling berbahaya, Aldo mengungkap, pengemudi remaja juga kerap mengemudi di bawah pengaruh minuman keras.
Selain kesembilan faktor di atas, Aldo mengungkapkan saat ini remaja juga kerap melakukan aksi kebut-kebutan hingga memicu kecelakaan.
"Aksi balap liar, kebut-kebutan tanpa helm dan perlengkapan keamanan lain supaya dibilang hebat," pungkasnya.
Poin terakhir menurutnya masih banyak pengendara yang memodifikasi kendaraan secara berlebihan, tanpa memedulikan faktor keselamatan.
"Faktanya, penggunaan sabuk pengaman untuk mengurangi resiko cedera hingga 61 persen. Sementara penggunaan helm bisa mengurangi resiko hingga 45 persen," imbuhnya.
Aldo menghimbau meski pengendara sudah berkonsentrasi saat berkendara, disarankan sebaiknya tetap waspada terhadap kondisi di sekitar. Mengingat, kecelakaan juga bisa disebabkan karena kelalaian pengendara lain. (evn)