Fokus dan Waspada Jadi Kunci Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Minggu, 08/10/2017 04:50 WIB
Fokus dan Waspada Jadi Kunci Tekan Kecelakaan Lalu Lintas Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian mencatat sejumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya didominasi pengendara di kalangan remaja dan usia produktif.

Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korps Lalu Lintas Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Aldo Siahaan mengatakan, sedikitnya ada 10 poin di balik penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik pengendara roda empat maupun dua.

"Pertama, pengemudi tidak fokus di jalan. Berkendara sambil kirim SMS, makan, dan minum. Mereka sudah tahu hal itu berbahaya, tapi tetap dilakukan," kata Aldo saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.


Kedua, menurutnya kecepatan saat memacu kendaraan menjadi penyebabnya. Ia mengungkapkan, remaja kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Padahal, semakin cepat laju kendaraan maka semakin sulit pula untuk dikontrol.

"Ketiga, pengemudi kerap ceroboh dan berpindah jalur seenaknya. Dari kiri ke kanan, atau sebaliknya sehingga membuat pengendara di belakang bingung," ungkapnya.

Alasan keempat yakni kebiasaan menerobos dan tak menghiraukan lampu lalu lintas. Ia tak memungkiri jika saat ini masih banyak pengendara yang kedapatan menerobos lampu lalu lintas.

Sementara alasa kelima yakni pengemudi remaja kerap masih labil dan tidak bisa mengendalikan emosi. "Pengemudi remaja biasanya masih labil. Bahkan kadang ketika sedang galau, mereka malah mengemudi," ucapnya.

Padahal, mengemudi membutuhkan fokus terhadap lingkungan yang terjadi di sekeliling. Alasan keenam menurutnya yakni kebiasaan nekat melawan arus.

Jika pengemudi menyadarinya, resiko yang ditimbulkan akibat melawan arus bisa berdampak kepada pengemudi lain. Alasan berikutnya yakni pengemudi suka berbelok sembarang tanpa menghiraukan arah depan dan belakang serta tidak menyalakan lampu sein.

Alasan yang paling berbahaya, Aldo mengungkap, pengemudi remaja juga kerap mengemudi di bawah pengaruh minuman keras.

Selain kesembilan faktor di atas, Aldo mengungkapkan saat ini remaja juga kerap melakukan aksi kebut-kebutan hingga memicu kecelakaan.

"Aksi balap liar, kebut-kebutan tanpa helm dan perlengkapan keamanan lain supaya dibilang hebat," pungkasnya.

Poin terakhir menurutnya masih banyak pengendara yang memodifikasi kendaraan secara berlebihan, tanpa memedulikan faktor keselamatan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan beberapa fakta yang kerap diabaikan pengemudi ketika sedang berkendara. Pengendara seketika menjadi patuh terhadap peraturan hanya ketika berpapasan dengan petugas kepolisian.

"Faktanya, penggunaan sabuk pengaman untuk mengurangi resiko cedera hingga 61 persen. Sementara penggunaan helm bisa mengurangi resiko hingga 45 persen," imbuhnya.

Aldo menghimbau meski pengendara sudah berkonsentrasi saat berkendara, disarankan sebaiknya tetap waspada terhadap kondisi di sekitar. Mengingat, kecelakaan juga bisa disebabkan karena kelalaian pengendara lain.