Stiker bernada pornografi di aplikasi perpesanan asal Rusia ini yang dapat diakses di salah satu domain telegramhub.net.
Domain tersebut sebenarnya menyediakan stiker secara gratis dengan berbagai tema mulai dari horor, hewan, kartun, hingga film dan berita. Namun sayangnya, ada juga stiker yang mengandung unsur pornografi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Telegram memberikan akses bagi penggunanya untuk membuat stiker sendiri dan digunakan saat chatting.
Telegram diwarnai kemunculan stiker bernada pornografi. (Foto: telegramhub.net) |
Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dimintai keterangan mengenai peredaran stiker ini mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tindak lanjut pada pihak Telegram.
Pada Agustus lalu, akses Telegram melalui sejumlah DNS sempat diblokir oleh pemerintah. Saat itu Kominfo menilai Telegram menjadi medium penyebaran konten radikal.
Telegram diwarnai kemunculan stiker bernada pornografi. (Foto: telegramhub.net)